Connect with us

Artikel Top Peluit

4 Pertandingan Berkesan Tim Nasional Indonesia di Piala AFF

Selama mengikuti Piala AFF, Indonesia banyak menjalani berbagai partai penting. Peluit Panjang merangkum laga berkesan Indonesia selama AFF

Tim Nasional Indonesia di Piala AFF 2016 (kredit foto: goal.com)

Pertandingan Berkesan Timnas Indonesia Selama AFF Cup

Selama mengikuti Piala AFF, Indonesia banyak menjalani berbagai laga-laga penting.

Bahkan, sejak bernama Tiger Cup pada 1996 di Singapura, Indonesia sudah berlaga sebanyak 13 edisi termasuk tahun 2021 ini.

Bicara prestasi, Indonesia beberapa kali mampu tampil ganas dan menghibur serta mampu mencapai babak final.

Indonesia tercatat sudah 5 kali keluar sebagai finalis, yaitu pada tahun 2000, 2002, 2004, 2010 serta terakhir pada gelaran 2016.

Walau belum pernah merasakan satu pun gelar tertinggi di tanah Asia Tenggara, tetapi banyak pertandingan memorable untuk Tim Garuda.

Peluit Panjang merangkum beberapa laga berkesan Indonesia selama Piala AFF sejak perhelatan pertama kali di negeri Singa 25 tahun silam.

Vietnam 0-3 Indonesia (Tiger Cup 2004)

Ketika masih bernama Tiger Cup di tahun 2004, Tim Garuda bermain di Hanoi karena kala itu Vietnam bertindak sebagai tuan rumah putaran grup.

Indonesia yang bertemu dengan The Golden Stars pada pertandingan ketiga wajib menaklukan tuan rumah di My Dinh Stadium.

Bermain di bawah tekanan tuan rumah dan cuaca di kota Hanoi yang mencapai 16°C membuat Ilham Jaya Kusuma cs tampil bak kesetanan.

Tiga poin penuh yang menjadi target dari federasi membuat sang pelatih, Peter Withe harus memutar otak lebih keras.

Hasilnya? Dalam tempo satu babak, Garuda Merah-Putih sukses mencetak trigol yang memporak porandakan tim tuan rumah.

Mauli Lessy sang pemain serba bisa Indonesia membuka keunggulan pada menit 18 setelah sontekannya berhasil menggetarkan jala Vietnam.

Unggul satu gol membuat Hendro Kartiko dan kawan-kawan semakin bersemangat menggempur The Golden Stars, Vietnam.

Anak muda ajaib asal Papua, Boaz Solossa yang masih berusia 18 tahun membuat Indonesia menjauh, tiga menit setelah gol Lessy.

Hingga akhirnya top skor Piala AFF edisi 2004, Ilham Jaya Kusuma menutup keunggulan Indonesia tiga gol hingga waktu turun minum.

Pada paruh kedua, tidak ada gol yang tercipta dan kemenangan tersebut memastikan langkah Indonesia lolos ke fase selanjutnya.

Indonesia 1-0 Singapura (AFF 2012)

Indonesia kembali menjalani laga berat pada lanjutan Grup B dalam perhelatan AFF Cup 2012.

Bermain di Stadion Nasional Bukit Jalil di Malaysia, Indonesia berjumpa dengan Singapura di matchday kedua.

Melawan salah satu favorit juara membuat pelatih Nil Maizar bekerja ekstra keras untuk anak asuhannya.

Bermain dengan skema defensif selama 90 menit plus hanya mengandalkan serangan balik membuat Timnas Garuda mendapatkan gempuran bertubi-tubi.

Beruntung kiper Indonesia saat itu, Wahyu Tri Nugroho, bermain sangat tenang di bawah mistar gawang dengan melakukan banyak penyelamatan.

Kemenangan Indonesia hadir pada menit ke-88 melalui tendangan bebas Andik Vermansyah.

Pemain sayap lincah asal Jember, Jawa Timur ini berhasil mengeksekusi bola tendangan bebas dengan sangat baik.

Bola tembakan sang winger berbelok mulus ke dalam gawang Singapura kawalan kiper muda Izwan Mahbud.

Gol tersebut terbilang istimewa mengingat jauhnya jarak antar Andik ke gawang.

Bahkan, banyak yang menyandingkan gol Andik dengan Ronaldinho ke gawang Inggris pada Piala Dunia 2002 berkat teknik keduanya yang mirip.

Sebuah pertandingan yang sangat dramatis untuk Indonesia mengingat mereka dalam kondisi tidak maksimal.

Adanya dualisme dalam kompetisi membuat pelatih Nil Maizar tidak memiliki banyak pilihan dalam memilih skuadnya.

Pada akhirnya, Bambang Pamungkas cs memang gagal lolos ke fase selanjutnya, tetapi pertandingan di Kuala Lumpur tersebut sangat memorable.

Indonesia 2-1 Thailand (AFF Cup 2016)

Laga final leg pertama di Pakansari, Bogor yang mempertemukan Indonesia melawan juara ASEAN, Thailand berlangsung klimaks.

Dipimpin Boaz Solossa selaku kapten tim nasional saat itu, Garuda Merah-Putih tampil tertekan sejak menit awal.

Teerasil Dangda yang menjadi ujung tombak Thailand pada AFF 2016 membuka keunggulan Tim Gajah Perang pada menit ke-33.

Dangda sukses menyundul bola hasil crossing sempurna dari fullback kiri, Theerathon Bunmathan.

Tidak berhenti sampai di situ, Chanathip ‘Jay’ Songkrasin dan kawan-kawan terus mengurung Indonesia.

Memasuki babak kedua, pelatih Indonesia kala itu, mendiang Alfred Riedl mencoba menyerang lini pertahanan Thailand.

Sebuah tembakan spekulasi dari Rizki Rizaldi Pora yang membentur Tristan Do meluncur deras ke gawang Thailand kawalan Kawin Thamsatchanan.

Skor pun sama kuat menjadi 1-1 memasuki menit ke-65.

Puncaknya pada menit ke-70, bek muda Indonesia, Hansamu Yama Pranata membuat Merah-Putih berbalik unggul.

Skema tendangan penjuru yang dieksekusi oleh Rizki Pora berhasil menemui kepala Hansamu yang menempatkan bola ke pojok gawang kiper Kawin.

Indonesia akhirnya memenangkan laga super sengit pada laga final di pertemuan pertama tersebut.

Malaysia 1-4 Indonesia (Tiger Cup 2004)

Boleh dikatakan ini adalah laga paling berkesan untuk seluruh suporter Indonesia selama Timnas Indonesia mengikuti kejuaraan Piala AFF.

Pada AFF Cup 2004 (saat itu masih bernama Tiger Cup 2004), Indonesia bertemu dengan rival tradisional, Malaysia pada fase semifinal.

Indonesia kedapatan menjamu Malaysia terlebih dahulu di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.

Apesnya, Kurniawan Dwi Yulianto dan kolega harus menyerah 1-2 via lesatan dwi gol penyerang Malaysia asal klub Perak, Liew Kit Kong.

Saat leg kedua di Stadion Nasional Bukit Jalil, kondisi semakin sulit ketika striker lincah, Khalid Jamlus membuat Harimau Malaya unggul.

Memasuki istirahat paruh pertama Indonesia tertinggal agregat 1-3 dan mereka harus mencetak setidaknya tiga gol.

Pada babak kedua, sang pelatih Peter Withe mencoba keluar dari tekanan Malaysia yang hadir sepanjang babak pertama.

Kurniawan yang masuk menggantikan Ismed Sofyan menjadi salah satu titik balik serangan sporadis Indonesia.

KDY 10 (julukan Kurniawan Dwi Yulianto) mencetak gol sekaligus memperkecil ketertinggalan agregat di menit ke-59 menjadi 1-1 (2-3).

Semakin bersemangat setelah gol ‘Si Kurus’, pola serangan Indonesia semakin menjadi-jadi di sisi pertandingan.

Berturut-turut setelah itu Charis Yulianto (74′), Ilham Jaya Kesuma (77′) dan Boaz Solossa pada menit ke-84 membuat Indonesia menang 4-1 (5-3) di Kuala Lumpur.

Hasil tersebut membuat Merah-Putih memastikan satu tiket ke final AFF Cup atau Tiger Cup 2004 untuk melawan Singapura.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Cuplikan Pertandingan

Atlético Madrid 1-2 Real Madrid Pekan 6
Posted on 19 September 2022 by Raul7
252 views
Empoli 1-2 Roma Pekan 6
Posted on 13 September 2022 by Raul7
41 views
UD AlmerĂ­a 0-1 Osasuna Pekan 5
Posted on 13 September 2022 by Raul7
7 views
Real Betis Balompié 1-0 Villarreal Pekan 5
Posted on 12 September 2022 by Raul7
5 views
Getafe 2-1 Real Sociedad Pekan 5
Posted on 12 September 2022 by Raul7
2 views
Elche CF 1-4 Athletic Club Pekan 5
Posted on 12 September 2022 by Raul7
2 views
Real Madrid 4-1 RCD Mallorca Pekan 5
Posted on 12 September 2022 by Raul7
2 views
Atlético Madrid 4-1 Celta Vigo Pekan 5
Posted on 12 September 2022 by Raul7
2 views
Cádiz CF 0-4 Barcelona Pekan 5
Posted on 12 September 2022 by Raul7
4 views
Espanyol 2-3 Sevilla Pekan 5
Posted on 12 September 2022 by Raul7
2 views

LIKE US ON FACEBOOK

More in Artikel Top Peluit