Connect with us

Artikel Top Peluit

Begini Cara Kerja Akademi Barcelona, La Masia, Sehingga Mendunia

Sebagai salah 1 yang terbaik di dunia, sistem pembinaan pemain muda ini memiliki sejarah dan tradisi hebat sehingga menghasilkan banyak prestasi.

Andres Iniesta, Lionel Messi, dan Xavi Hernandez, alumni akademi Barcelona, La Masia (kredit foto: @wearemessi di Twitter)

Barcelona terkenal dengan akademi yang bertahun-tahun menghasilkan bintang-bintang top dunia.

Mulai dari era Antonio Olmo hingga Lionel Messi, Blaugrana berhasil menjadi tim paling sukses di Spanyol hingga hari ini.

Selengkapnya tentang La Masia 👇

Sejarah Berdirinya La Masia

La Masia, akademi dari FC Barcelona resmi berfungsi sebagai pusat pembinaan pemain muda pada tahun 1979.

Sebelumnya, bangunan ini merupakan perumahan pertanian kuno yang sudah ada sejak 1702.

Selain sebagai tempat berlatih, La Masia merupakan asrama dan juga sekolah sama seperti pesantren di Indonesia.

Bangunan Lama La Masia, Akademi FC Barcelona (kredit foto: The Sun)

Bangunan Lama La Masia, Akademi FC Barcelona (kredit foto: The Sun)

Pada 30 Juni 2011, bangunan lama ini sudah tidak gunakan lagi oleh Barcelona. Namun fungsi La Masia tetap sama dan berpindah ke Ciutat Esportiva Joan Gamper.

Joan Gamper sendiri adalah seorang pebisnis asal Swiss selaku pendiri dari klub FC Barcelona pada 29 November 1899.

Kini, Ciutat Esportiva Joan Gamper adalah pusat latihan dan akademi bagi FC Barcelona.

Jarak Ciutat Esportiva Joan Gamper ke stadion utama FC Barcelona, Camp Nou berjarak sekitar 8,8 km.

Meskipun bangunan La Masia sudah tidak berfungsi tetapi penggunaan nama La Masia masih berjalan sampai hari ini sebagai rujukan kepada akademi FC Barcelona.

Akademi Barcelona ini menampung sekitar 300 pemain muda dari berbagai kelompok umur, baik laki-laki maupun perempuan.

Barcelona ini memiliki 15 pemandu bakat di daerah Katalunya, 15 di Spanyol dan 10 di seluruh dunia.

Setelah Blaugrana merekrut para pemain muda ini, kemudian mereka akan dilatih oleh para pelatih berkelas yang juga menyandang status sebagai mantan pemain sepak bola profesional.

Pengaruh Kental Johan Cruyff dan Sepak Bola Belanda

Johan Cruyff, legenda sepak bola Belanda dan Barcelona, memiliki pengaruh besar dalam berdiri dan berkembangnya La Masia, akademi Barcelona.

Secara garis besar, ia ingin Blaugrana memiliki sistem pembinaan pemain yang berkelanjutan.

Namun, para pemain muda ini juga dipersiapkan menjadi manusia yang utuh, yaitu memiliki jiwa kerendahan hati yang tinggi serta sopan santun.

Oleh karena saran dan permintaan dari Cruyff, Barcelona mendirikan La Masia dengan nilai-nilai itu.

Untuk informasi, pada era 1980-an, Barcelona mengalami krisis finansial dan prestasi.

Hal itu berubah ketika Cruyff masuk sebagai manajer pada 1988.

Mengandalkan para pemain muda dari akademi, FC Barcelona menggila.

Barcelona menjuarai La Liga Spanyol selama 4 musim berturut-turut di bawah Cruyff (1990-1994), tidak ketinggalan dengan 1 European Cup (sekarang UEFA Champions League) pada 1992, lalu Copa del Rey 1990, kemudian ada 3 Supercopa de Espana, 1 Cup Winners’ Cup, dan 1 UEFA Super Cup.

Tidak hanya trofi, Cruyff juga memberikan warisan berupa identitas FC Barcelona.

Di bawah ini adalah pemaparan identitas tersebut.

Filosofi Bermain FC Barcelona

Secara filosofi bermain, ia menggabungkan gaya bermain Belanda (total football) dengan karakteristik pemain Spanyol yang berteknik tinggi.

Total football merupakan gaya bermain dengan tujuan menyerang, menguasai bola selama mungkin, sirkulasi bola cepat, pergantian posisi para pemain yang fleksibel, bertahan di atas atau menekan lawan (pressing) dan menerapkan garis offside yang tinggi.

Sementara itu, Spanyol terkenal akan para pemainnya yang berteknik tinggi: akurasi operan tinggi, gemar membuat operan satu sentuhan, menggiring bola melewati lawan, serta lincah.

Namun, kekurangan pemain Spanyol pada umumnya adalah postur tubuh yang cenderung pendek ketimbang negara besar Eropa lainnya.

Kombinasi total football dengan para pemain Spanyol inilah yang kemudian kita kenal dengan sebutan tiki-taka.

Dengan bersatu di asrama sejak belia, Cruyff ingin para pemain muda sudah ditanamkan pola pikir untuk membela Barcelona pada kemudian hari.

Selain itu, semua formasi Barcelona dari kelompok umur sampai dewasa pun sama: 4-3-3 menyerang dengan kombinasi 3-4-3, tergantung situasi bermain di lapangan.

Kemudian, Cruyff adalah sosok penemu pola latihan rondo atau kucing-kucingan dalam istilah Indonesia.

Rondo sendiri merupakan latihan penguasaan bola di mana 1 atau beberapa pemain di tengah berusaha merebut kembali bola yang sedang dikuasai.

Maka tidak heran apabila Barcelona kini menjadi tim paling sukses di Spanyol dari segi trofi major (97, per Desember 2021).

Gelar paling mentereng tentunya adalah 26 La Liga dan 5 Champions League.

Blaugrana berada 2 gelar di atas tim tersukses ke-2 di Spanyol, Real Madrid.

Fasilitas Akademi FC Barcelona

Untuk informasi, Barcelona tidak hanya terdiri dari tim sepak bola.

FC Barcelona juga memiliki tim bola basket, bola tangan, hoki es, hoki rol, futsal, dan rugby.

Oleh karena itu, Ciutat Esportiva Joan Gamper juga menyediakan semua fasilitas untuk menunjang olahraga-olahraga tersebut.

Pengembangan dan renovasi pusat FC Barcelona tersebut rampung pada 2011 dan memakan biaya 68 juta euro (sekitar Rp 1 triliun).

Dengan pembangunan besar-besaran, maka akademi Barcelona ini menjadi semakin mewah.

Terdapat 9 lapangan sepak bola dengan rincian 5 lapangan rumput alami, 4 lapangan rumput sintetis, dan 1 lapangan sepak bola mini.

Kemudian, ada 1 paviliun olahraga yang mampu menyelenggarakan 3 cabang sekaligus, yaitu bola basket, bola tangan dan futsal, mampu menampung sampai 472 penonton.

Belum lagi ada 1 gedung tribun dengan 1 lapangan, lalu ada 1 gedung layanan (termasuk catering tim), 3 pusat kebugaran alias gym, 2 ruang konferensi pers, 4  ruangan pertolongan pertama, 1 gedung ruang ganti, area latihan kiper, area aspek teknis, sebuah kolam renang, dan sauna untuk penyembuhan cedera.

Sebelum tim akademi pindah ke Ciutat Esportiva Joan Gamper, mereka sebelumnya menggunakan fasilitas stadion FC Barcelona, yaitu Camp Nou, untuk berlatih dan bertanding.

Bangunan utama Ciutat Esportiva Joan Gamper ini adalah sebesar 6.000 meter persegi dan mampu menampung hingga 85 pemain muda Barcelona.

Para pemain muda ini tidak terbatas hanya dari cabang sepak bola saja, melainkan semua cabang olahraga.

Stadion FC Barcelona Selain Camp Nou

FC Barcelona terkenal dengan stadion Camp Nou-nya.

Camp Nou adalah stadion sepak bola terbesar di Eropa.

Lalu, Camp Nou merupakan stadion sepak bola terbesar ke-4 di seluruh dunia.

Dengan kapasitas sebesar 99.354 penonton, wajar Camp Nou masuk dalam jajaran itu.

Namun, Barcelona juga memiliki 2 stadion lain.

Pertama adalah Mini Estadi atau Miniestadi, stadion berkapasitas 15.276 tempat duduk.

Jarak Camp Nou ke Miniestadi hanya 1,7 km.

Miniestadi ini adalah markas dari FC Barcelona B, FC Barcelona Femeni (tim sepak bola perempuan), dan Juvenil A.

Selain Miniestadi, ada pula Johan Cruyff Stadium.

Untuk mengenang legenda Barcelona, Johan Cruyff, maka berdirilah stadion ini pada 2019.

Peresmian Johan Cruyff ini pun berjalan dengan pertandingan persahabatan antara Barcelona U19 melawan Ajax Amsterdam U19.

Kedua tim ini adalah tempat di mana Cruyff menjadi legenda.

Skor berakhir 0-2 untuk kemenangan Ajax.

Sementara itu, berbeda dengan Miniestadi yang jaraknya dekat dengan Camp Nou, lokasi Johan Cruyff Stadium ini lebih dekat ke Ciutat Esportiva Joan Gamper (250 meter).

Selain 2 stadion sepak bola, FC Barcelona juga memiliki arena indoor atau tertutup.

Tempat itu bernama Palau Blaugrana, stadion tertutup dengan kapasitas 7.585 penonton untuk tim basket, bola tangan, hoki rol dan futsal.

Lokasi Palau Blaugrana ini terletak di tengah-tengah Camp Nou dan Miniestadi.

Tradisi Pemain Muda Akademi di Klub FC Barcelona

Ketika masuk sebagai pelatih Barcelona B pada 2007, Pep Guardiola merombak sistem promosi pemain muda ke tim senior.

Ketika seorang pemain sudah berhasil menembus tim Barcelona B, maka ia akan melewati 3 babak yang sudah Guardiola rancang.

Babak pertama, pemain akan mendapatkan jatah rotasi bermain di Barcelona B.

Kemudian babak kedua, pemain ini harus memahami peran pentingnya di tim serta memahami ekspektasi yang ia punya secara individu dan kohesi tim.

Lalu babak ketiga atau terakhir, sang pemain sudah paham bahwa ia adalah pemain kunci di Barcelona B.

Para pemain kunci ini sudah pasti akan mengenakan ban kapten secara bergantian.

Apabila konsisten serta terus berkembang, para pemain muda ini berkesempatan membela tim inti Barcelona.

Sebelum menembus sana, tentunya para pemain muda ini harus berhasil menembus lapisan tim muda Barcelona.

Jadwal latihan pemain muda Barcelona adalah sepulang sekolah.

Sementara itu, Barcelona B selaku tim profesional, berlatih pada pagi dan sore hari.

Daftar Alumni Terbaik La Masia, Akademi Muda FC Barcelona

Sangat banyak pemain yang lahir dari sistem pembinaan FC Barcelona yang memiliki karir cemerlang di sepak bola, baik di Barcelona maupun klub lain.

Berikut adalah sebagian kecil dari daftar pemain yang sukses di Barcelona.

Pertama dan yang utama adalah Lionel Messi.

Hampir seluruh pecinta sepak bola di dunia mengenalinya sebagai salah satu pemain sepak bola terbaik sepanjang masa.

Kemudian, masih satu generasi dengan Messi, ada beberapa rekan La Pulga yang cemerlang bersama Barcelona.

Mereka adalah Carles Puyol, Gerard Pique, Jordi Alba, Pedro Rodriguez, Victor Valdes, Xavi Hernandez, Andres Iniesta, Sergio Busquets, Sergi Roberto, dan Bojan Krkic.

Bahkan pada 2010, La Masia menjadi penyumbang 3 finalis Ballon d’Or.

Ketiga pemain itu adalah Messi, Xavi, dan Iniesta.

Louis van Gaal mantan pelatih kepala Barcelona, bahkan pernah mengatakan bahwa mimpinya adalah melihat klub Katalan ini memainkan 11 pemain dari La Masia.

Impian van Gaal terwujud, tetapi ketika ia sudah tidak menjadi pelatih Barcelona.

Adalah pada 25 November 2012 momen bersejarah itu terjadi.

Menit 13, Dani Alves harus keluar lapangan karena cedera.

Martin Montoya kemudian masuk dan menggenapkan 11 pemain inti yang full dari La Masia.

Mereka adalah Valdes, Montoya, Puyol, Pique, Alba, Busquets, Xavi, Iniesta, Cesc Fabregas, Pedro, dan Messi.

Selain nama-nama di atas, ada pula Guillermo Amor, Sergi Bajuan, Pep Guardiola, Francisco Carrasco, Tente Sanchez, Albert Ferrer, Antonio Olmo, Gabri Garcia, Oleguer Presas, dan Ramon Caldere yang sanggup bermain minimal 100 penampilan di La Liga bersama Barcelona.

Musim ini, ada Ansu Fati, Gavi, Eric Garcia, Nico Gonzalez, Ez Abde, Alex Balde, dan Riqui Puig selaku alumni La Masia yang masih ada di FC Barcelona.

Dengan semua yang ada, sepertinya kita akan terus menyaksikan alumni La Masia terus bersinar di dunia sepak bola.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LIKE US ON FACEBOOK

More in Artikel Top Peluit

P