Connect with us

Artikel Top Peluit

Akademi Juventus Sebagai Salah Satu Tulang Punggung Juventus & Italia

Akademi Juventus cukup tersohor karena kerap kali menghasilkan bibit unggul pesepakbola di Italia, bagaimana cerita akan akademi tersebut?

Akademi Juventus (kredit foto: timesofmalta.com)

Sejarah & Perkembangan Akademi Juventus

Akademi Juventus adalah salah satu akademi yang kerap kali menghasilkan pemain-pemain berkualitas sejak beberapa dekade lampau.

Berada di kota Turin, akademi ini berjalan dengan tujuan yang sangat jelas.

Tim Juventus ingin mengembangkan para pemain-pemain junior ini menjadi pesepakbola profesional yang tangguh.

Memberikan kesempatan para pemain-pemain lokal di Italia, terutama di provinsi Piedmonte agar tumbuh & berguna setidaknya bagi klub & Tim Nasional.

Mereka juga sering berkompetisi di beberapa jenjang kompetisi seperti Primavera, Beretti, Allievi, Giovanissimi hingga Pulcini.

Bahkan, memasuki akhir tahun 1970-an & awal 1980-an, pelatih Azzurri saat itu, Enzo Bearzot mempercayakan komposisi Timnas Italia kepada pemain Juventus.

Ya, pemain-pemain Juventus tersebut adalah lulusan terbaik Akademi Juventus yang cukup tersohor saat itu.

Sebut saja Giuseppe Furino yang tumbuh menjadi legenda Juventus selama 15 tahun & bermain sejak musim 1969.

Kemudian ada Roberto Bettega yang memiliki caps cukup banyak bersama Gli Azzurri yaitu 42 penampilan bahkan sempat menjadi FIFA World Cup All-Stars 1978.

Lalu, ada nama Paolo Rossi, seorang attacante yang sangat berbahaya di masa jayanya.

Rossi kemudian tumbuh menjadi striker yang berbahaya dengan gol serta prestasinya.

Pemain satu ini adalah satu dari sekian banyak alumni Juventus Academy yang sangat sukses.

Rossi sendiri adalah penyerang andalan Enzo Bearzot kala Timnas Italia menjuarai trofi Piala Dunia mereka yang ketiga dalam sejarah.

Kemudian, dalam perkembangan satu dekade terakhir, Juventus membuat sebuah gebrakan dengan mengembangkan Akademi Juventus menjadi Juventus College.

Juventus College atau J-College adalah program yang resmi dibuka pada bulan September 2012.

J-College ini adalah sekolah sepakbola berbasis boarding school yang banyak diisi oleh anak-anak yang tinggal dari luar kota Turin.

Jadi, Boarding School diperuntukkan untuk mempermudah anak-anak dari luar kota Turin saat berlatih bersama tim akademi

J-College juga terbagi menjadi satu kelas yaitu untuk usia 14-18 tahun.

Mereka banyak banyak belajar tentang ilmu terapan & ilmu olahraga.

Metodologi Dalam “Juventus Way”

Dalam perjalananya, ada sebuah filosofi yang melandasi tentang sebuah metode di dalam “Juventus Way”.

Metode atau program inilah yang menjadi acuan bagaimana Akademi Juventus bisa berkembang dengan luar biasa.

Cara Bermain: para pemain akan mendapatkan instruksi khusus bagaimana mereka terlibat di dalam pertandingan sebagai pemain yang berkualitas.

Kemampuan Teknik: latihan teknik adalah latihan yang cukup istimewa karena mengacu kepada pergerakan teknik yang baik, para pemain dituntut untuk bisa mengontrol bola dengan baik, mencari ruang kosong dan mengirimkan bola (passing) dengan baik.

Pemahaman Taktik: jika kita berbicara tentang kemampuan, baik kemampuan individu maupun tim, kita juga harus memahami berbagai macam taktik yang tersedia, para pemain juga harus memiliki filosofi yang baik dalam mengatur, membangun serta menjaga kemampuan tersebut dengan baik.

Mental: faktor mental juga cukup memengaruhi para pemain agar bisa mengatasi situasi yang terjadi di atas lapangan atau tidak. Mental pemenang harus terasah di dalam Akademi Juventus sejak dini.

Emosional: nilai-nilai yang wajib pemain miliki salah satunya, emosional pemain yang harus terjaga.

Lima poin tersebutlah yang menjadi filosofi Juventus Academy guna menghasilkan sumber daya pemain yang berkualitas tinggi.

Pemain-Pemain Lulusan Juventus Academy

Beberapa nama besar yang kemudian lahir sebagai pemain besar berkat Akademi Juventus.

Tidak hanya bersinar bersama Juventus tetapi menjadi tumpuan Gli Nazionale atau Timnas Italia.

Sebut saja Roberto Bettega, Giampiero Boniperti hingga Paolo Rossi yang merupakan lulusan-lulusan terbaik Juventus Academy yang namanya cukup melegenda.

Bahkan, nama Paolo Rossi dinobatkan sebagai nama lain untuk gelar seorang pencetak gol terbanyak Serie A atau Capocannoniere.

Untuk masa-masa modern saat ini kita bisa menyebut seorang Claudio Marchisio & Sebastian Giovinco yang merupakan angkatan emas di masa jayanya.

Khusus Marchisio, ia besar menjadi gelandang box-to-box atau mezzala yang sangat berkualitas.

Bersama Juventus senior, Marchi (panggilan akrabnya) total bermain lebih dari 380 pertandingan dengan total mencetak 37 gol.

Bahkan, ia masuk ke dalam 20 besar pemain dengan caps terbanyak di skuat ”Si Nyonya Tua”.

Sedangkan bersama Gli Azzurri, Marchisio bermain sebanyak 55 kali di berbagai event seperti Piala Dunia 2010 & 2014 serta Euro 2012.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Cuplikan Pertandingan

Real Madrid 1-1 Osasuna Pekan 7
Posted on 3 Oktober 2022 by Raul7
3 views
Atlético Madrid 1-2 Real Madrid Pekan 6
Posted on 19 September 2022 by Raul7
279 views
UD Almería 0-1 Osasuna Pekan 5
Posted on 13 September 2022 by Raul7
7 views
Real Betis Balompié 1-0 Villarreal Pekan 5
Posted on 12 September 2022 by Raul7
5 views
Getafe 2-1 Real Sociedad Pekan 5
Posted on 12 September 2022 by Raul7
3 views
Elche CF 1-4 Athletic Club Pekan 5
Posted on 12 September 2022 by Raul7
2 views
Real Madrid 4-1 RCD Mallorca Pekan 5
Posted on 12 September 2022 by Raul7
2 views
Atlético Madrid 4-1 Celta Vigo Pekan 5
Posted on 12 September 2022 by Raul7
2 views
Cádiz CF 0-4 Barcelona Pekan 5
Posted on 12 September 2022 by Raul7
4 views
Espanyol 2-3 Sevilla Pekan 5
Posted on 12 September 2022 by Raul7
2 views

LIKE US ON FACEBOOK

More in Artikel Top Peluit