Connect with us

Artikel Top Peluit

Tiki Taka, Strategi Indah nan Modern di Sepak Bola Zaman Sekarang

Istilah ini muncul secara tidak sengaja pada 2006, kemudian dimatangkan oleh Pep Guardiola di Barcelona hingga kini mendunia.

Pep Guardiola mengembangkan Tiki Taka di Barcelona (barcauniversal.com)

Pep Guardiola, ‘ayah’ dari Tiki Taka, kemarin berulang tahun!

Gaya permainan yang melekat di Barcelona dan tim nasional Spanyol ini merupakan salah satu strategi sepak bola terbaik yang pernah ada.

Apa dan bagaimana Tiki Taka itu?

Selengkapnya šŸ‘‡

Apa itu Tiki Taka?

Tiki Taka adalah gaya permainan sepak bola yang menggunakan penguasaan bola tinggi dengan operan-operan pendek satu atau dua sentuhan guna menciptakan peluang tembakan ke gawang lawan.

Tidak ada yang benar-benar tahu asal muasal kata tiki taka.

Namun, kata tiki takaĀ pertama kali menyebar ketika Piala Dunia 2006.

Andres Montes, komentator asal Spanyol, mengomentari negara asalnya ketika bermain di ajang FIFA tersebut.

Kita bermain dengan tiki-taka, tiki-taka (langkah yang cepat dan ringan).

Hasilnya pun tidak main-main bagi Spanyol.

La Furia RojaĀ berhasil menjadi juara Piala Eropa 2008, Piala Dunia 2010, dan Piala Eropa 2012.

Secara prinsipil, tiki taka adalah permainan yang memanfaatkan segala penjuru ruang yang ada di lapangan dengan penguasaan bola.

Tiki taka sendiri tidak jauh berbeda dengan total football.

Total footballĀ sendiri merupakan gaya bermain yang populer berkat Rinus Michels dan Johan Cruyff.

Rinus Michels adalah pelatih Johan Cruyff di Ajax Amsterdam dan tim nasional Belanda.

Kemudian, Johan Cruyff pergi ke Barcelona dan menanamkan gaya bermainĀ total footballĀ serta mendirikan akademi La Masia.

Namun,Ā total footballĀ sendiri sebetulnya sudah mirip dengan permainan banyak tim di era sebelumnya.

Tim nasional Austria era 1930an, River Plate 1940an, Hungaria 1950an, Burnley akhir 1950 dan awal 1960, Brazil 1960an, bahkan Skotlandia pada abad ke-19, sudah bermain dengan operan-operan pendek dan penguasaan bola.

Perbedaan paling mencolok dari total football dengan tiki taka adalah bahwa nama kedua identik dengan operan pendek satu atau dua sentuhan di daerah lawan.

Prestasi Pep Guardiola dengan Strateginya

Tiki taka sangat melekat dengan Pep Guardiola di mana pun ia melatih, baik di Barcelona, Bayern Munich hingga Manchester City hari ini.

Kesuksesan pun selalu mengikutinya.

Selama 4 tahun di Barcelona (2008-2012), Guardiola sumbangkan 14 trofi, termasuk 2 Champions League dan 3 La Liga.

Kemudian, ada juga trofi Copa del Rey (2). UEFA Super Cup (2), Supercopa De Espana (3) dan FIFA Club World Cup (2).

Kesuksesan juga datang di Bayern Munich (2013-2016) dengan 7 trofi, yaitu 3 Bundesliga, 2 DFB-Pokal, 1 FIFA Club World Cup dan 1 UEFA Super Cup.

Terbaru di Manchester City (2016-sekarang), Guardiola berhasil juara Premier League sebanyak 3 kali dari 4 musim terakhir, plus 1 FA Cup, 4 Carabao Cup dan 2 Community Shield.

Selain itu, ia juga mampu membawa Manchester City ke final UEFA Champions League musim lalu, meskipun kalah dari Chelsea.

Bagaimana Cara Bermain Tiki Taka?

Meskipun sudah mengudara sejak 2006, namun tiki taka baru benar-benar mendunia sejak 2008.

Pep Guardiola, pelatih Barcelona yang baru promosi dari tim cadangan, bertanggung jawab akan gaya permainan ini pada tahun itu.

Setidaknya butuh 4 aspek untuk bisa bermain dengan strategi ini.

Pertama adalah penguasaan bola yang tinggi.

Artinya, suatu tim bisa atau harus menguasai penguasaan bola minimal di angka 60% atau bahkan lebih banyak lebih bagus.

Kemudian kedua adalah akurasi operan tinggi.

Secara tidak resmi, akurasi operan tinggi bagi tim besar berkisar di angka 85% ke atas.

Lalu ketiga ada peralihan posisi yang cepat.

Ketika seorang pemain sudah mendapatkan bola, maka mereka harus secepatnya mengoper bola itu kepada rekan setim yang lain.

Rekan yang menerima bola itu juga harus dengan segera melepaskan bola itu ke rekan yang lain.

Hal itu tergambarkan dari 2 gelandang tengah pengatur serangan atauĀ playmakerĀ milik Barcelona, Andres Iniesta dan Xavi Hernandez.

Aku dapat bola, aku oper bola. Aku dapat bola, aku oper bola. -Xavi Hernandez

Terima bola, oper bola, beri opsi (untuk teman). Terima bola, oper bola, beri opsi. -Andres Iniesta

Mulai dari penjaga gawang sampai penyerang tengah, semua pemain wajib bisa bermain dengan 3 hal di atas.

Biasanya, formasi yang erat dengan tiki taka adalah 4-3-3, namun tidak menutup kemungkinan dengan berbagai variasi di lapangan.

Khusus penyerang tengah atau pemain paling depan, biasanya mereka akan bermain dengan peranĀ false nine.

False nineĀ sendiri adalah jenis penyerang yang tidak hanya menunggu di depan untuk mencetak gol, melainkan ikut turun ke lapangan tengah untuk memberikan opsi operan.

KetikaĀ false nineĀ sedang beraksi, kemungkinan besar bek tengah lawan akan kebingungan antara menempel sang penyerang tengah ini atau tetap menunggu di daerah sendiri.

Selain 3 hal di atas, tim yang menggunakan tiki taka wajib bertahan di atas.

Bertahan di atas ini maksudnya adalahĀ high pressingĀ atau menekan lawan di garis yang tinggi atau daerah tim lawan.

Ketika kehilangan bola, tim tiki taka harus segera merebutnya kembali dengan high pressing.

Kekurangan dan Cara Mengatasi Permainan Tiki-Taka

Sepak bola pada hakikatnya adalah permainan yang menghibur para penonton.

Peluang demi peluang harus hadir di setiap pertandingannya.

Tiki taka merupakan salah satu alat yang bisa memenuhi hakikat itu.

Namun, strategi ini bisa sangat membosankan apabila lawan bertahan sangat dalam dan sangat rapat serta memanfaatkan serangan balik untuk menyerang.

Hal itu beberapa kali terbukti bagi Barcelona, Spanyol atau tim lain yang menggunakannya.

Lionel Messi, Pedro dan kawan-kawan saat itu kesulitan untuk menembus tim Victor Wanyama ini, yaitu Celtic.

Selain membosankan, terkadang tim tiki taka juga mandul di depan gawang lawan alias kesulitan mencetak gol.

Cara mengatasi gaya bermain itu adalah bertahan dengan rapat sehingga tidak membiarkan tim lawan mendapatkan ruang untuk melepaskan tembakan atau membuat peluang.

Selain itu, terkadang tim tiki taka tidak terlalu lihai dalam bola-bola atas alias duel sundulan kepala, sehingga bisa menjadi opsi untuk bermain bola-bola lambung.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LIKE US ON FACEBOOK

More in Artikel Top Peluit

P