Connect with us

Artikel Top Peluit

Mengenal Trequartista, Peran Playmaker di Tiga Perempat Lapangan

Trequartista adalah peran yang sangat populer dalam beberapa dekade terakhir. Kemudian, bagaimana role tersebut bisa menjadi sangat vital?

Roberto Mancini, salah satu contoh Trequartista (kredit foto: passionemaglie.it)
Roberto Mancini, salah satu contoh Trequartista (kredit foto: passionemaglie.it)

Mengenal Trequartista, Peran Playmaker di Tiga Perempat Lapangan

Trequartista adalah seorang pemain sepak bola, khususnya gelandang serang, yang memiliki kreativitas tinggi dalam membuat peluang, memiliki akurasi operan tinggi serta kerap mencetak gol dari lini kedua. Arti kata trequartista adalah “tiga per empat” yang berasal dari bahasa Italia, yaitu tre yang berarti “tiga” dan quarta, “empat”. Secara definisi, trequartista adalah pemain yang beroperasi di posisi tiga per empat lapangan, yang secara konteks serangan tim, adalah berada di belakang penyerang dan di depan gelandang tengah.

Apa Itu Trequartista?

Trequartista adalah sebuah role atau peran yang sangat jamak serta populer dalam beberapa dekade terakhir.

Peran tersebut mulai terkenal di negeri Italia di sekitar tahun 1970-an.

Secara harfiah, frasa tersebut memiliki dua suku kata yaitu ”Tre” yang berarti tiga dan ”Quarta” yang memiliki makna empat.

Posisi umum dari peran Trequartista (merah)

Posisi umum dari peran Trequartista (merah)

Trequartista secara makna berarti tiga perempat yang merujuk kepada tempat para motor serangan ini beroperasi, yaitu di 3/4 daerah lawannya.

Secara posisi, trequartista bermain di depan gelandang dan di belakang penyerang, atau sederhananya: gelandang serang.

Idiom ini awalnya dipakai hanya untuk para pemain yang berlaga di Serie A atau kompetisi Liga Italia, akan tetapi lambat laun menjadi bahasa universal.

Peran yang menjadi populer ini kemudian kita kenal dengan istilah playmaker di dalam unit tim.

Role ini sangat istimewa, tidak banyak pemain yang bisa mengemban tugas ini.

Para pemain yang mengemban peran ini harus memiliki atribut lengkap sebagai inisiator serangan sebuah tim.

Atribut tersebut antara lain visi bermain, kualitas umpan dan tembakan yang mumpuni.

Kemudian, trequartista juga perlu memiliki penguasaan bola yang baik dan teknik dasar yang sempurna.

Tidak hanya itu, seorang dengan peran ini wajib memiliki kreativitas, kelincahan dan memiliki pandangan tajam untuk mencetak gol.

Hal tersebut sangat berguna dan efektif ketika para gelandang serang ini melancarkan serangan ataupun mendikte pertahanan lawan

Rata-rata pemain yang bertugas sebagai seorang trequartista akan mengenakan nomor punggung 10, hal yang sangat klasik di beberapa dekade lalu.

Maka dari itu, sang inspirator permainan tim sangat identik dengan pelafalan ”pemain bernomor 10”.

Seperti komentar pelatih Gli Azzurri, Roberto Mancini tentang seorang trequartista dan kaitannya dengan nomor punggung 10.

Keajaiban nomor punggung sepuluh berasal dari kaki-kaki seorang trequartista;

Seseorang yang mampu membuat lawannya salah langkah dengan keterampilan yang mungkin bahkan tidak sepenuhnya dia sadari.

Namun, tidak semua gelandang serang adalah trequartista, karena peran ini biasanya memiliki area bermain lebih dekat kepada seorang striker.

Mereka bisa menginisiasi sebuah serangan, mengirimkan umpan-umpan kunci, bahkan tidak jarang mencatatkan namanya di papan skor.

Siapakah Tre-quartista Terbaik Di Dunia?

Tahun 1980-an dan 1990-an adalah masa keemasan trequartista.

Banyak pemain-pemain trequartista yang lahir di era keemasan sepakbola Italia tersebut.

Pemain yang sangat fasih ketika beroperasi di depan barisan gelandang dan di belakang para striker tim.

Kemudian munculah pemain-pemain semisal Michel Platini dan Diego Maradona.

Keduanya saling menunjukan kualitas individu hebatnya di panggung Serie A bersama timnya masing-masing.

Platini sangat mendominasi bersama Juventus.

Tidak hanya membuat Juventus bersinar di kompetisi domestik, tetapi Platini mampu membawa sinarnya di Liga Champions.

Tidak hanya itu, playmaker kenamaan Perancis itu juga mendapatkan 3 gelar capocannoniere bersama I Bianconeri walaupun bukan seorang penyerang.

Sedangkan, Diego Maradona mampu membuktikan bahwa dirinya adalah seorang trequartista terbaik sepanjang sejarah untuk Napoli.

Sama halnya dengan Platini, pemain asal Argentina juga mencicipi scudetto dan gelar capocannoniere bersama Il Partenopei.

Setelah kedua nama tersebut, di awal 90-an kita bisa melihat sesosok Roberto Baggio yang memiliki visi bermain layaknya Platini dan Maradona di dekade sebelumnya.

Baggio yang tampil brilian bersama Juventus, AC Milan dan Inter Milan, kemudian mendapatkan saingan dari beberapa pemain muda yang muncul.

Francesco Totti

Francesco Totti

Dua nama youngster yang muncul pada medio 90-an adalah Alessandro Del Piero (Juventus) dan Pangeran AS Roma, Francesco Totti.

Selain itu, ada juga nama Zinedine Zidane, sang pemain fantastis asal Perancis yang bermain untuk tim ‘Si Nyonya Tua’.

Zidane juga mencapai standar emas trequartista dalam karir bermainnya kala berseragam kebanggaan Juventus.

Memasuki tahun 2000-an, AC Milan mendatangkan anak muda asal Brazil bernama Ricardo Izecson dos Santos alias Kaka

Ricky Kaka tumbuh menjadi seorang trequartista kelas dunia bersama I Rossoneri terutama saat memperkuat AC Milan di bawah asuhan Carlo Ancelotti.

Keuntungan Bermain Dengan Seorang Trequartista

Ketika sebuah tim memiliki seorang trequartista dan mampu memaksimalkan peran tersebut, maka akan menjadi sebuah keuntungan yang besar.

Dengan segala kemahiran yang dimiliki oleh seorang trequartista, tentunya suatu tim akan memiliki banyak peluang mencetak gol.

Bahkan, selain sangat akurat dalam memberikan asis maupun umpan-umpan kunci, pemain-pemain fantastis ini kerap mencetak gol dari berbagai momen.

Berikut di bawah ini adalah contoh gol-gol dari trequartista, Alessandro Del Piero.

Tidak hanya melalui skema open-play, akan tetapi juga lihai dalam memanfaatkan bola-bola mati, baik skema free-kick ataupun tendangan penalti.

Karena sebagian besar pemain-pemain tersebut memiliki atribut khusus sebagai eksekutor andal bola-bola mati untuk masing-masing klubnya.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Cuplikan Pertandingan

Atlético Madrid 1-2 Real Madrid Pekan 6
Posted on 19 September 2022 by Raul7
279 views
Empoli 1-2 Roma Pekan 6
Posted on 13 September 2022 by Raul7
41 views
UD Almería 0-1 Osasuna Pekan 5
Posted on 13 September 2022 by Raul7
7 views
Real Betis Balompié 1-0 Villarreal Pekan 5
Posted on 12 September 2022 by Raul7
5 views
Getafe 2-1 Real Sociedad Pekan 5
Posted on 12 September 2022 by Raul7
2 views
Elche CF 1-4 Athletic Club Pekan 5
Posted on 12 September 2022 by Raul7
2 views
Real Madrid 4-1 RCD Mallorca Pekan 5
Posted on 12 September 2022 by Raul7
2 views
Atlético Madrid 4-1 Celta Vigo Pekan 5
Posted on 12 September 2022 by Raul7
2 views
Cádiz CF 0-4 Barcelona Pekan 5
Posted on 12 September 2022 by Raul7
4 views
Espanyol 2-3 Sevilla Pekan 5
Posted on 12 September 2022 by Raul7
2 views

LIKE US ON FACEBOOK

More in Artikel Top Peluit