Connect with us

Artikel Top Peluit

Barcelona 1-3 Real Madrid: Cules Mandul Saat Menjamu Los Blancos

Jalannya Pertandingan: Barcelona Gagal Manfaatkan Penguasaan Bola

El Clásico, rivalitas paling digemari di muka bumi kembali hadir Sabtu (24/10) kemarin.

Laga antara Barcelona dan Real Madrid yang digelar di Camp Nou berakhir untuk kemenangan tim tamu dalam ajang La Liga.

Barcelona 1-3 Real Madrid

Barcelona tidak bermain buruk, namun tidak setajam Real Madrid dalam memanfaatkan peluang yang ada.

Akhirnya, pada peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan, Real Madrid menang dengan skor 3-1.

Federico Valverde membuka El Clásico pertama musim ini dengan golnya di menit 5.

Dalam skema serangan balik, Benzema memberikan umpan terobosan kepada Valverde yang diakhiri dengan tembakan ke tiang dekat Neto.

Tidak lama kemudian, Ansu Fati (17 tahun) menyamakan kedudukan di menit 8.

Menerima umpan silang mendatar dari Jordi Alba, wonderkid Spanyol ini berhasil menceploskan bola ke gawang Thibaut Courtois.

Gol baru tercipta kembali di babak kedua.

Berawal dari pelanggaran yang dilakukan Clement Lenglet kepada Sergio Ramos di kotak penalti Barcelona, Real Madrid dihadiahkan tendangan 12 pas.

Maju sebagai algojo titik putih, Ramos berhasil menuntaskan tugasnya dan mengubah skor menjadi 2-1 untuk Real Madrid.

Luka Modric kemudian berhasil memastikan 3 poin usai mencetak gol di menit 90.

Berawal dari serangan balik, Modric menerima umpan dari Rodrygo yang diteruskan dengan teknik mengecoh lini pertahanan Los Blancos.

Meskipun Barcelona menguasai bola (52% berbanding 48%), tapi Real Madrid terbukti lebih punya banyak peluang besar (6 berbanding 3).

Selain itu, jumlah total tembakan Real Madrid (15) lebih banyak ketimbang Barcelona (10).

Baca juga: Adama Traoré: Permata yang Diperebutkan 2 Negara Sekaligus

Perdebatan Pelanggaran Clement Lenglet kepada Sergio Ramos

Titik balik dari pertandingan ini adalah ketika keputusan VAR untuk penalti Ramos. Wasit Juan Martínez Munuera tidak melihat kejadian Lenglet, namun akhirnya memberikan penalti tersebut setelah melihat di layar VAR.

Sebelumnya, Barcelona juga punya 2 protes kepada wasit terkait VAR.

Pertama, pelanggaran Raphael Varane kepada Lionel Messi.

Kedua, kemungkinan handball Varane.

Pelanggaran Clement Lenglet kepada Sergio Ramos

“Aku tidak paham VAR. Aku rasa, keputusan yang dibuat [oleh VAR] selalu merugikan Barca,” kata Ronald Koeman, manajer Barcelona.

“Kamu akan selalu saling menarik baju seperti itu dalam kotak penalti dan aku rasa Ramos terlebih dahulu membuat pelanggaran terhadap Lenglet” lanjur manajer asal Belanda.

“Akan selalu ada saling tarik baju, tapi tidak cukup untuk membuat dia terjatuh. Untuk aku, itu bukan sebuah penalti” lanjut Koeman.

“Kami sudah bermain 5 kali dan [VAR] selalu digunakan untuk merugikan Barca. Itu tidak pernah berpihak kepada kami.”

“Keputusan itu punya pengaruh besar dalam hasil akhir karena kami bermain baik sebelum penalti” kata Koeman.

“Aku rasa itu sangat jelas penalti. Dia [Lenglet] menarik baju aku ketika aku melompat untuk bola dan itu sangat terlihat jelas. Tidak adil untuk mengkritik wasit untuk keputusan yang sejelas itu” kata Ramos, kapten Real Madrid.

Baca juga: Menantikan Musim Kedua “Pembuktian” Eden Hazard di Real Madrid

Zinedine Zidane: “Penampilan yang Sempurna”

Zinedine Zidane tidak pernah kalah di Camp Nou sebagai manajer Real Madrid.

Mantan pemenang ballon d’Or ini menang 3 kali dan seri 3 kali ketika berhadapan Barcelona di kandangnya sendiri.

Setelah pertandingan, Zidane mengatakan bahwa pertandingan ini adalah “penampilan yang sempurna”.

Zinedine Zidane (kiri) dengan Ronald Koeman (kanan)

Moral ruang ganti sedang menurun usai kalah dalam 2 laga terakhir. Real Madrid kalah oleh Cadiz di La Liga dan Shakhtar Donetsk di Champions League.

Real Madrid tidak terkalahkan di 3 El Clásico terakhir sejak musim 2012-2013.

“Aku senang dengan penampilan para pemain” kata Zidane.

“Ini adalah kemenangan tim” lanjutnya.

“Mengingat kritik yang kami terima beberapa waktu terakhir, kami harus tetap tenang, tetap bersatu dan bermain ketika harus bermain, seperti yang kami lakukan hari ini” lanjutnya.

“Pada akhirnya, kami telah menampilkan penampilan luar biasa melawan tim yang kami tahu akan bermain lebar.”

Baca juga: Gareth Bale & Sergio Reguilon ke Tottenham, Real Madrid Berhemat?

Performa Ronald Koeman Mulai Dipertanyakan

Mungkin terlalu dini untuk membicarakan tekanan, namun raihan 7 poin dari 5 pertandingan jelas bukan hal yang baik untuk Koeman.

Secara umum, Barcelona bermain baik dalam El Clásico dan mendominasi. Namun, Real Madrid lebih pantas menang di akhir pertandingan.

Fati, Pedri dan Sergino Dest adalah 3 remaja yang bermain di El Clásico kali ini. Selain itu, Dest adalah pemain asal Amerika Serikat pertama yang bermain di El Clásico.

Ronald Koeman dan De Jong

Fati dan Dest adalah pemain-pemain yang bermain cukup baik dalam laga tersebut.

Keputusan Koeman juga dipertanyakan karena baru mengganti pemain di menit 82.

Antoine Griezmann dan Ousmane Dembele selaku 2 pemain termahal sepanjang masa Barcelona sudah terlambat untuk memberikan dampak yang berarti.

Kemudian, Philippe Coutinho tidak bermain baik pada laga itu.

Lionel Messi sudah tidak mencetak gol di 6 El Clásico terakhir atau lebih dari 900 hari.

Terakhir, Messi membuat gol saat Barcelona ditahan imbang 2-2 oleh Real Madrid di Camp Nou pada 6 Mei 2018 di ajang La Liga.

Baca juga: Takefusa Kubo: Nippon Cahaya Asia di La Liga Spanyol
1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: Juventus vs Barcelona: Reuni Rivalitas Messi-Ronaldo Terancam Batal

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *