Connect with us

Artikel Top Peluit

Finalis Liga Champions Berasal dari “Liga Petani?”

Neymar dan Icardi

Lelucon “Farmers League” yang Membuat Mbappe Kesal

Sudah menjadi istilah umum untuk meledek Ligue 1 Perancis dengan sebutan Farmers League atau Liga Petani. Pasalnya, prestasi PSG kepalang sulit untuk dikejar oleh para pesaingnya. Namun, ternyata bukan hanya itu penyebab lahirnya istilah tersebut.

PSG dan Lyon berhasil mengejutkan dunia sepak bola karena penampilan berkesan mereka di Liga Champions. PSG berhasil menembus babak final dan Lyon sampai saat ini sudah berada di babak semifinal. Seusai Lyon menyingkirkan Manchester City, Kylian Mbappe terlihat menunjukkan solidaritas sesama tim asal Perancis dengan membuat cuitan di Twitter.

Ramai dengan istilah Liga Petani atau Farmers League, Inilah alasan mengapa Ligue 1 Perancis sering disebut sebagai “Liga Petani”.

Dominasi PSG Mengindikasikan Nuansa yang Kurang Kompetitif

Dalam kancah sepak bola Eropa, dikenal dengan istilah “5 Liga Terbaik” yang terdiri dari Premier League Inggris, La Liga Spanyol, Bundesliga Jerman, Serie A Italia, dan Ligue 1 Perancis. Dari beberapa liga tersebut, banyak fans menyebut Liga 1 Perancis sebagai farmers league atau “Liga Petani”. Ditambah lagi, dalam 5 liga tersebut, Liga Prancis dianggap sebagai yang paling tidak memiliki prestise. Walaupun Kylian Mbappe, Neymar, dan Edinson Cavani sudah menghiasi Ligue 1 Perancis, hal tersebut tidak cukup untuk membuat menjadi lebih prestise.

Terminologi farmers league digunakan untuk mendeskripsikan Ligue 1 Perancis dengan niat meledek. Para penggemar berkelakar bahwa para pemain di Liga 1 Perancis memiliki pekerjaan harian sebagai petani, di mana pada sore hari mereka bermain sepak bola. Walaupun sebenarnya, istilah ini untuk mengatakan bahwa para pemain Ligue 1 Perancis kualitasnya berada di bawah sisa 4 liga top.

Pada akhir tahun 1980, Marseille adalah tim yang sedang berkuasa di mana mereka memenangkan Ligue 1 Perancis 5 kali secara beruntun. Hal tersebut diikuti dengan Lyon di mana mereka memenangkan 7 juara Ligue 1 Perancis secara 7 kali beruntun di awal tahun 2000an. Semenjak musim 2012-2013, PSG menjadi raja di Ligue 1 Perancis di mana mereka selalu memenangkan sampai musim ini (kecuali musim 2016-2017 di mana AS Monaco menjadi juara).

Meskipun begitu, isu utama bukanlah di kompetisi lokal, melainkan di Eropa. PSG tidak pernah menampilkan sesuatu yang luar biasa. Mereka selalu gagal dalam Liga Champions. Dalam 2 musim terakhir, Les Parisiens hanya berhasil sampai di babak 16 besar, disingkirkan oleh Real Madrid dan Manchester United. Sampai akhirnya pada musim 2019-2020, PSG berhasil sampai final Liga Champions.

Talenta Emas Silih Berganti Beranjak Pergi Mengembangkan Potensi

Banyak pemain berbakat yang berasal dari Ligue 1 Perancis. Sayangnya, mereka banyak juga yang pergi dari Ligue 1 Perancis untuk bermain di kompetisi yang lebih kompetitif. Contohnya, Eden Hazard meninggalkan Lille di tahun 2012 untuk bergabung dengan Chelsea, lalu ada Riyad Mahrez dan N’Golo Kante yang bergabung dengan Leicester, kemudian ada Anthony Martial yang bergabung dengan Manchester United di 2015 dari Monaco, dan Alexandre Lacazette ke Arsenal dari Lyon di tahun 2017.

Selain itu, bukan rahasia umum banyak pemain Ligue 1 memiliki harga yang murah. Meskipun Ligue 1 dikenal menjadi pabrik pemain yang murah, akan tetapi kualitas yang ditawarkan tetap bersaing. Prancis sebagai negara pencari suaka, banyak dihuni oleh orang-orang dari benua Afrika. Dari banyak orang Afrika tersebut, mereka banyak yang menjadikan sepak bola sebagai mata pencaharian. Maka dari itu, banyak pemain asal Afrika yang berkebangsaan Prancis di Ligue 1. Pemain-pemain Ligue 1 dikenal sebagai pemain yang memiliki teknik tinggi dan tenaga tinggi.

Faktor jumlah gaji juga menjadi alasan mengapa banyak pemain hijrah ke liga lain. Pasalnya, rata-rata jumlah gaji yang diterima seorang pemain di Ligue 1 Prancis berada paling bawah di antara 5 liga top berdasarkan data statistik dari Statista. Rata-rata gaji setiap klub Ligue 1 Prancis hanya di angka 1,389,000 juta euro, kalah dengan Italia (1,757,000), Jerman (1,757,000), Spanyol (2,093,000), dan tentu saja Inggris (3,579,000). Dengan uang yang sedikit diterima oleh para pemain di Ligue 1 Prancis, masuk akal apabila mereka memilih untuk pergi meninggalkan Prancis.

4 Comments

4 Comments

  1. Pingback: 5 WAG'S Serie A Italy yang Cantik dan Seksinya bikin Kamu Kagum!

  2. Pingback: INF Clairefontaine: Akademi Sepak Bola Terbaik di Perancis

  3. Pingback: Marseille Bisa Perbesar Peluang Juara Ligue 1

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Cuplikan Pertandingan

Atlético Madrid 1-2 Real Madrid Pekan 6
Posted on 19 September 2022 by Raul7
268 views
Empoli 1-2 Roma Pekan 6
Posted on 13 September 2022 by Raul7
41 views
UD Almería 0-1 Osasuna Pekan 5
Posted on 13 September 2022 by Raul7
7 views
Real Betis Balompié 1-0 Villarreal Pekan 5
Posted on 12 September 2022 by Raul7
5 views
Getafe 2-1 Real Sociedad Pekan 5
Posted on 12 September 2022 by Raul7
2 views
Elche CF 1-4 Athletic Club Pekan 5
Posted on 12 September 2022 by Raul7
2 views
Real Madrid 4-1 RCD Mallorca Pekan 5
Posted on 12 September 2022 by Raul7
2 views
Atlético Madrid 4-1 Celta Vigo Pekan 5
Posted on 12 September 2022 by Raul7
2 views
Cádiz CF 0-4 Barcelona Pekan 5
Posted on 12 September 2022 by Raul7
4 views
Espanyol 2-3 Sevilla Pekan 5
Posted on 12 September 2022 by Raul7
2 views

LIKE US ON FACEBOOK

More in Artikel Top Peluit