Connect with us

Artikel Top Peluit

Efek Kembalinya Trio Casemiro, Kroos dan Modric serta Masa Depan Ketiganya

Kroos, Casemiro dan Modric setelah menjuarai UCL

Kembalinya Trio Gelandang Andalan El Real

Casemiro, Toni Kroos dan Luka Modric telah membentuk trio mematikan di lini tengah Real Madrid secara menahun sehingga bisa menguasai La Liga serta Champions League.

Secara individual maupun kolektif, ketiga pemain ini terbukti berhasil mempersembahkan banyak trofi untuk Los Blancos.

Zinedine Zidane selaku manajer Real Madrid pun setuju bahwa mereka sangat penting bagi perjalanan karir manajerial mantan juara Piala Dunia tersebut di klub ibu kota Spanyol.

“Mereka bertiga berada di level tertinggi ketika kami menjuarai 3 trofi Champions League secara beruntun” jelasnya.

Real Madrid XI saat menang 2-0 melawan Atletico Madrid

Namun, di La Liga Spanyol musim 2020-2021 ini, mereka bertiga baru 2 kali tampil secara bersamaan sejak menit awal, yaitu ketika menang 1-0 di kandang Sevilla dan meraih 3 poin di Estadio Alfredo Di Stefano saat berjumpa Atletico Madrid.

Zidane lebih sering merotasi para pemainnya dengan Martin Odegaard, Federico Valverde serta Isco.

Ketiga pemain yang sudah tidak muda tersebut sudah sangat jarang bermain bersamaan di lapangan, sampai akhirnya para gelandang tengah mulai bertumbangan.

Valverde adalah pertama yang tersingkir karena cedera ketika bertandang ke markas Valencia, lalu kemudian Odegaard juga absen karena hal yang sama.

Gelandang yang beberapa tahun ke belakang sempat naik daun, Isco, tidak bisa konsisten bermain di level tertinggi sehingga dengan mudah dibangkucadangkan secara terus menerus.

Dengan ketiganya sudah mulai kembali ke starting eleven Real Madrid, tim tersukses di UEFA Champions League ini terlihat mulai konsisten kembali.

Hal yang Ditawarkan Tiga Pemain Kelas Dunia

Kroos bermain seperti dirinya saat masih muda dulu.

Dalam beberapa pertandingan terakhir, pemenang Piala Dunia bersama tim nasional Jerman ini hampir terlihat tidak pernah kehilangan bola dan mulai kembali menemukan ritme terbaiknya di teknik umpan pendek serta umpan panjang.

Sementara itu, sang gelandang bertahan Casemiro tidak bisa dikesampingkan peran vitalnya.

Bertugas utama menghentikan alur serangan lawan, pemain asal Brazil ini selalu bisa mencatatkan clean sheet atau tidak kemasukan gol dalam satu pertandingan ketika bermain bersama kedua kompatriotnya.

Di antara mereka bertiga, ada sang pemenang Ballon d’Or tahun 2018, yaitu Modric.

Sejak ia membawa Kroasia menjadi runner-up Piala Dunia di belakang sang juara, Perancis, serta meraih penghargaan pemain terbaik di dunia tersebut, dirinya banyak menerima kritik usai bermain tidak konsisten sepanjang 2019-2020.

Form is temporary, class is permanent.

Modric kembali menemukan penampilan terbaik dari dalam dirinya beberapa pekan ini.

Kemampuan menciptakan peluang di sepertiga area lawan melalui visi, dribbling, passing atau shooting masih sangat jempolan.

Sevilla, Borussia Monchengladbach dan Atletico Madrid menjadi korban dari trio maut ini.

Secara singkat, trio gelandang tengah ini menawarkan keseimbangan di lini tengah yang bisa diandalkan.

Ujung Senja Kebersamaan Sang Juara

Konsistensi mereka bertiga akan terus diuji.

Mereka bertiga sempat disingkirkan atau tidak dimainkan secara bersamaan terkait suatu alasan tertentu.

Bisa jadi karena kemampuan mereka sudah menurun, fisik sudah tidak sekuat saat masih muda, para pemain muda lain mulai menonjol, tidak sedang perform atau alasan lain.

Hanya Zidane yang benar-benar tahu persis.

Tengah pekan ini, tepatnya Rabu (16/12) dini hari nanti waktu Indonesia, El Real akan menyambut kedatangan Athletic Bilbao dalam lanjutan La Liga Spanyol di Estadio Alfredo Di Stefano.

Apabila ketiganya diberikan waktu bermain sejak menit awal hingga peluit panjang ditiupkan, maka ujian konsistensi masih terus berlanjut.

Apakah ketiganya seperti wine, yang mana menjadi lebih baik seiring bertambahnya usia.

Atau tidak seperti itu, who knows.

Casemiro saat ini berada di usia puncak karir (28 tahun), sedangkan Kroos mungkin saja sudah lewat peak-nya (30 tahun), apalagi Modric (35 tahun).

Kontrak Casemiro dan Kroos akan berakhir di 2023, sedangkan akhir Juni tahun depan kontrak Modric sudah habis.

Dalam beberapa bulan ke depan, bisa jadi adalah waktu-waktu terakhir bagi ketiganya untuk bermain bersama.

Setelah itu, hanya waktu yang bisa menjawab masa depan ketiganya.

Namun yang jelas, dunia sepak bola harus berterima kasih kepada mereka karena sudah memperlihatkan konsistensi di level tertinggi yang menghasilkan 4 gelar Liga Champions.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Cuplikan Pertandingan

Atlético Madrid 1-2 Real Madrid Pekan 6
Posted on 19 September 2022 by Raul7
279 views
UD Almería 0-1 Osasuna Pekan 5
Posted on 13 September 2022 by Raul7
7 views
Real Betis Balompié 1-0 Villarreal Pekan 5
Posted on 12 September 2022 by Raul7
5 views
Getafe 2-1 Real Sociedad Pekan 5
Posted on 12 September 2022 by Raul7
3 views
Elche CF 1-4 Athletic Club Pekan 5
Posted on 12 September 2022 by Raul7
2 views
Real Madrid 4-1 RCD Mallorca Pekan 5
Posted on 12 September 2022 by Raul7
2 views
Atlético Madrid 4-1 Celta Vigo Pekan 5
Posted on 12 September 2022 by Raul7
2 views
Cádiz CF 0-4 Barcelona Pekan 5
Posted on 12 September 2022 by Raul7
4 views
Espanyol 2-3 Sevilla Pekan 5
Posted on 12 September 2022 by Raul7
2 views
Rayo Vallecano 2-1 Valencia Pekan 5
Posted on 12 September 2022 by Raul7
2 views

LIKE US ON FACEBOOK

More in Artikel Top Peluit