Connect with us

Artikel Top Peluit

Cuma 2 Kali Menang Dalam 2 Bulan, Roma Krisis di Bawah Jose Mourinho

Padahal, I Giallorossi adalah tim dengan total tembakan terbanyak per laga di Serie A, namun Jose Mourinho tetap harus hadapi krisis ini. Ada apa?

AS Roma era Jose Mourinho sedang alami krisis (kredit: ilgazzettino.it)

Selesainya Bulan Madu Singkat

Kalah lagi, AS Roma yang sedang dalam krisis bisa saja pecat Jose Mourinho.

Bulan Oktober dan November 2021 adalah masa-masa yang sulit bagi Jose Mourinho dan AS Roma.

Pada awal musim, bulan madu berawal dari 6 kemenangan beruntun di semua kompetisi.

Kini, I Giallorossi hanya mampu menang 2 kali dalam 2 bulan terakhir.

Semua kemenangan tersebut terjadi di Serie A, yaitu 1-2 kontra Cagliari (28/10) dan 2-0 atas Empoli (03/10).

Padahal, dalam 2 bulan terakhir ini, ada 8 pertandingan yang bisa mereka menangkan.

Sayang, 4 kekalahan justru hadir bersamaan dengan 2 hasil imbang.

Selain hasil akhir yang buruk, penampilan secara umum dan semangat tim juga terlihat menyedihkan.

Ketika Mourinho mendapatkan pekerjaan di ibu kota Italia ini, tidak ada yang memiliki ekspektasi timnya akan meroket dan menjadi penantang utama juara Serie A.

Namun, para penggemar juga tidak berharap timnya akan bermain seburuk ini.

Jeda internasional menjadi peluang bagi pelatih asal Portugal itu untuk mengevaluasi kinerja timnya secara komprehensif.

Kini, Roma berada di peringkat 6, sementara target dari para penggemar serta pihak manajemen adalah peringkat 4.

Target realistis tersebut hadir berkat kesadaran akan kualitas skuad yang Roma miliki.

Dilansir dari Transfermakt, biaya skuad Roma saat ini adalah yang termahal ke-5 di Serie A.

Peringkat 1 ditempati oleh Juventus, diikuti oleh Inter Milan di peringkat (2), Napoli (3) dan AC Milan (4).

Apabila mengacu dari nilai tersebut, maka target Roma terbilang realistis dan masuk akal.

Meskipun Menjadi Tim dengan Peluang Terbanyak, Roma Kalah dari Calon Tim Degradasi

Saat ini, tim serigala ibu kota bertengger di peringkat 6 klasemen sementara Liga Italia, Serie A.

Kekalahan 1-2 dari AC Milan, kemudian berlanjut ke hasil imbang 2-2 kontra Bodo/Glimt di Conference League.

Bahkan, pada pertemuan pertama, Roma harus kalah 6-1 dari Bodo/Glimt.

Terbaru, Roma baru saja kalah 3-2 dari Venezia, tim yang sedang berjuang lolos dari zona degradasi.

Melansir dari situs WhoScored, padahal Roma adalah tim terbaik ke-4 di Serie A dari segi penampilan dengan nilai 6,74.

Roma adalah tim yang paling banyak melepaskan tembakan per laga (18,5), penguasaan bola terbaik ke-7 (53.8), operan sukses ke-4 (85.1%), dan urutan ke-7 dalam urusan mencetak gol (21).

Selain itu, padahal Roma juga termasuk tidak buruk dalam pertahanan, yaitu kebobolan 15 gol dari 12 pertandingan, terbaik ke-6 bersama Atalanta.

Dari statistik, permainan Roma terbilang cukup baik bersama Jose Mourinho.

Namun, penampilan para pemain ini tampak kurang baik dari segi penyelesaian akhir, sehingga gagal mencetak gol kemenangan demi 3 poin.

Jose Mourinho Memasuki Masa Krisis di AS Roma

Jose Mourinho terkenal akan pendekatan permainan sepak bola yang pragmatis, tidak terkecuali di AS Roma.

Ia akan berusaha meminta para pemainnya untuk bermain bertahan dan mengincar serangan balik cepat.

Namun, timnya kerap kebingungan ketika bertemu dengan lawan yang cenderung bertahan.

Oleh karena itu, kini Mourinho hanya mampu mempersembahkan 1 kemenangan dari 7 pertandingan terakhir.

Hal yang lebih parah lagi adalah, Mourinho terlihat kebingungan bagaimana cara menyikapi periode buruk ini.

“Kami menciptakan banyak peluang, banyak setengah peluang. Ketika kamu memasuki daerah berbahaya dan tidak menciptakan keputusan yang benar, itu sangat membuat frustasi.” Ujar Jose Mourinho ketika AS Roma kalah dari Venezia, dikutip dari Daily Mail.

“Kami melakukan hal tersebut sekitar 20 kali, dengan para pemain menyerang seperti [Jordan] Veretout dan [Lorenzo] Pellegrini di sekitar pemain menyerang, namun kami tidak membuat operan [yang tepat]. Bagaimana bisa membuat begitu banyak peluang namun tidak mencetak gol?” lanjut Mou.

“Kami kebobolan gol pertama dari set play yang sudah kami latih kemarin dan kami tetap bertahan dengan salah.” tutup manajer Roma tersebut.

Selain itu, Mourinho juga beralasan bahwa timnya jauh lebih mendominasi pertandingan, namun kembali lagi, gagal mencetak gol tambahan untuk memastikan kemenangan.

Selepas jeda internasional, Mourinho memiliki peluang untuk bangkit.

Pasalnya, dua lawan mereka di Serie A terbilang cukup mudah di atas kertas.

Roma akan bertamu ke markas tim peringkat 17, Genoa (22/11) dalam lanjutan Serie A.

Kemudian, Zorya Luhansk akan menjadi lawan selanjutnya di Olimpico Roma (26/11) pada ajang Conference League.

Torino (peringkat 13) menjadi tim terakhir yang akan Roma hadapi pada bulan November (tanggal 29).

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Cuplikan Pertandingan

Atlético Madrid 1-2 Real Madrid Pekan 6
Posted on 19 September 2022 by Raul7
279 views
UD Almería 0-1 Osasuna Pekan 5
Posted on 13 September 2022 by Raul7
7 views
Real Betis Balompié 1-0 Villarreal Pekan 5
Posted on 12 September 2022 by Raul7
5 views
Getafe 2-1 Real Sociedad Pekan 5
Posted on 12 September 2022 by Raul7
3 views
Elche CF 1-4 Athletic Club Pekan 5
Posted on 12 September 2022 by Raul7
2 views
Real Madrid 4-1 RCD Mallorca Pekan 5
Posted on 12 September 2022 by Raul7
2 views
Atlético Madrid 4-1 Celta Vigo Pekan 5
Posted on 12 September 2022 by Raul7
2 views
Cádiz CF 0-4 Barcelona Pekan 5
Posted on 12 September 2022 by Raul7
4 views
Espanyol 2-3 Sevilla Pekan 5
Posted on 12 September 2022 by Raul7
2 views
Rayo Vallecano 2-1 Valencia Pekan 5
Posted on 12 September 2022 by Raul7
2 views

LIKE US ON FACEBOOK

More in Artikel Top Peluit