Connect with us

Artikel Top Peluit

Kutukan Kapten Arsenal Berlanjut Dalam Diri Pierre-Emerick Aubameyang

Kutukan kapten Arsenal kembali terjadi. Sejak 2002, sebagian besar dari 10 pemimpin The Gunners ini turun jabatan dengan tidak baik-baik.

Kutukan Kapten Arsenal, dalam foto Pierre-Emerick Aubameyang (kredit foto: The Telegraph)

Kutukan kapten Arsenal masih berlanjut.

Sejak 2002 sampai 2021, sebagian besar dari 10 pemimpin The Gunners ini turun jabatan dengan cara yang tidak baik.

Terbaru: Pierre-Emerick Aubameyang.

Siapa saja mereka dan bagaimana ceritanya?

Selengkapnya 👇

Pierre-Emerick Aubameyang Buat Ulah

Kapten Arsenal saat ini, Pierre-Emerick Aubameyang, kembali berbuat ulah.

Bahkan, ini bukan kali pertama sang pria berusia 32 tahun melakukan hal-hal tidak perlu.

Penyerang asal Gabon ini dicopot dari jabatan kapten per 14 Desember 2021, hari Selasa, serta akan menjalani masa hukuman tidak bermain untuk Arsenal untuk waktu yang tidak diketahui.

Sebelumnya, pemain bertinggi 187 cm ini sudah mendapatkan izin ke Perancis untuk menjenguk sang ibu yang sakit untuk kemudian ia bawa ke London dan merayakan natal di Inggris, begitu lapor Sami Mokbel dari Daily Mail.

Kemudian, Aubameyang sudah sepakat dengan Arsenal untuk melapor pada hari Rabu (8 Desember 2021) malam dan berlatih pada Kamis paginya.

Ternyata, ia belum juga berlatih pada Kamis pagi.

Menurut laporan, Aubameyang bukan membangkang, namun kebingungan tentang protokol terbaru Inggris.

Masih dari Daily Mail, alasan Aubameyang tidak bermain pada pertandingan pembuka Premier League musim ini karena masalah indisipliner.

The Gunners kalah 3-0 di markas tim promosi, Brentford kala itu.

Mantan pemain AC Milan ini ternyata terjangkit virus corona setelah mengadakan pesta ulang tahun untuk sang anak di mana terjadi kerumunan para undangan.

Sebelumnya lagi pada Februari 2021, menurut laporan The Athletic, Aubameyang telah melanggar protokol kesehatan untuk mendapatkan tato.

Setelah mendapatkan tato, Aubameyang absen dari latihan Arsenal.

Kemudian pada musim 2021-2022 ini, tindakan Aubameyang juga mengundang tanda tanya.

Pada lanjutan Premier League musim ini, Arsenal harus kalah 3-2 dari Manchester United di Old Trafford.

Cristiano Ronaldo pun membuat unggahan di Instagram tentang kemenangan itu.

Sang kapten The Gunners pun kedapatan menyukai atau memberikan like unggahan CR7.

Kini, Aubameyang sudah tidak menjadi kapten lagi bagi Arsenal.

Kutukan Kapten Arsenal

Dalam era Premier League, atau tepatnya mulai 2002, kapten Arsenal seolah mendapatkan kutukan tersendiri.

Baik pindah ke klub lain di saat masa jaya atau dicopot secara tidak baik-baik adalah kutukan kapten Arsenal.

Patrick Vieira, kapten Arsenal dari 2002 sampai 2005 yang membawa invincibles, pergi ke Juventus pada 2005.

Kemudian, kapten selanjutnya, Thierry Henry, salah satu legenda Premier League yang sedang berada dalam masa puncak, pergi ke Barcelona setahun setelah Blaugrana mengalahkan Arsenal di final Champions League.

William Gallas kemudian menjadi kapten Arsenal mulai 2007, namun hanya bertahan setahun.

Penyebabnya? Mengkritik rekan setim sendiri di media.

Perpisahan Gallas pun terbilang menyakitkan, yaitu pindah ke rival abadi Arsenal, Tottenham Hotspur, pada 2010.

Setelah 3 pemain Perancis menjadi kapten Arsenal, kini giliran wonderkid produk akademi The Gunners, Cesc Fabregas mulai 2008.

Tiga tahun mengemban posisi menjadi pemimpin, Fabregas kemudian pergi ke klub masa mudanya, Barcelona pada 2014.

Setelah 5 tahun berkarir di Barcelona, Fabregas kembali ke London, namun kali ini bersama Chelsea.

Usut punya usut, Fabregas ternyata pernah menyatakan kesetiaannya kepada Arsenal dan tidak akan pernah membela Chelsea.

Namun, kenyataan profesional harus ia jalani.

Total 10 Kapten Arsenal yang Menjalani Kutukan Tersebut

Setelah kepergian Fabregas, kini gantian penyerang kelas dunia Robin van Persie yang menjadi kapten.

Sayangnya, ia hanya bertahan setahun sampai 2012 saja sebelum menerima pinangan Manchester United-nya Sir Alex Ferguson.

Secara terang-terangan, pemain asal Belanda itu bilang pindah ke The Red Devils guna menjuarai Premier League dan hal itu terwujud di musim pertamanya.

Kapten Arsenal selanjutnya adalah Thomas Vermaelen.

Bek tengah asal Belgia memulai kiprahnya menjadi pemimpin dari 2012 dan berakhir pada 2014 karena transfer ke Barcelona serta banyak berkutat dengan cedera.

Setelah Vermaelen, kapten Arsenal selanjutnya adalah Mikel Arteta, manajer mereka saat ini.

Sayangnya, selama masa baktinya (2014-2016), Arteta lebih banyak berkutat di ruang perawatan karena cedera ketimbang di lapangan hijau.

Per Mertesacker kemudian menjadi kapten Arsenal dari 2016, namun terpaksa pensiun dari sepak bola pada 2018 karena kondisi fisik yang kerap cedera.

Setelah bek tengah asal Jerman, kini giliran bek tengah asal Perancis yang menjadi kapten Arsenal, yaitu Laurent Koscielny (2018-2019).

Sayangnya, ia harus pergi dengan cara yang kurang baik: menolak pramusim ke Amerika Serikat agar bisa pindah ke Bordeaux.

Saat video perkenalannya di Bordeaux rilis, Koscielny terlihat melepaskan baju Arsenal yang ternyata di dalamnya sudah ada seragam tim terbarunya, sebuah gestur yang buruk.

Xhaka hanya menjadi kapten selama 1,5 bulan karena rentetan performa buruk.

Selain itu, ia juga memprovokasi penggemar Arsenal dengan gestur tangan saat pertandingan melawan Crystal Palace pada 27 Oktober 2019.

Barulah pada 2019 sampai 2021, Aubameyang menjadi pemimpin yang pada ujungnya, kembali melanjutkan kutukan kapten Arsenal.

Apa yang Harus The Gunners Lakukan?

Menjadi seorang kapten bagi suatu tim bukan pekerjaan yang mudah.

Butuh kemampuan kepemimpinan, kerja sama, disiplin, kerja keras serta hal-hal lain yang bisa menjadi contoh bagi para pemain lain.

Dengan segala aspek itu, Aubameyang terbukti gagal dalam hal disiplin, meskipun ia adalah seorang pemain yang berbakat.

Kandidat lain mulai bermunculan untuk menjabat sebagai kapten Arsenal dan mengakhiri kutukan buruk itu.

Alexandre Lacazette menjadi yang terdepan menurut Football London untuk menjadi kapten terbaru The Gunners.

Selain itu, ada pula Martin Odegaard, Benjamin White dan Kieran Tierney yang berpeluang menjadi pemimpin anak asuh Arteta.

Tidak ketinggalan, ada pula Calum Chambers dan Xhaka yang siap mengenakan ban kapten di lengan.

Agar kutukan tidak terulang, Arsenal dan Arteta wajib memilih kapten yang sekiranya bisa menjadi pemimpin serta contoh bagi semua pemain.

Maka dari itu, klub London Utara ini perlu dengan hati-hati menunjuk penerus Aubameyang.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Cuplikan Pertandingan

Sevilla 1-0 Athletic Club Pekan 38
Posted on 23 Mei 2022 by Raul7
23 views
Real Sociedad 1-2 Atlético Madrid Pekan 38
Posted on 23 Mei 2022 by Raul7
7 views
Osasuna 0-2 RCD Mallorca Pekan 38
Posted on 23 Mei 2022 by Raul7
17 views
Granada 0-0 Espanyol Pekan 38
Posted on 23 Mei 2022 by Raul7
8 views
Deportivo Alavés 0-1 Cádiz Pekan 38
Posted on 23 Mei 2022 by Raul7
11 views
Elche CF 3-1 Getafe Pekan 38
Posted on 23 Mei 2022 by Raul7
12 views
Valencia 2-0 Celta Vigo Pekan 38
Posted on 23 Mei 2022 by Raul7
11 views
Real Madrid 0-0 Real Betis Balompié Pekan 38
Posted on 23 Mei 2022 by Raul7
16 views
Rayo Vallecano 2-4 Levante Pekan 38
Posted on 23 Mei 2022 by Raul7
12 views
Barcelona 0-2 Villarreal Pekan 38
Posted on 23 Mei 2022 by Raul7
48 views

LIKE US ON FACEBOOK

More in Artikel Top Peluit