Connect with us

Artikel Top Peluit

Kisah La Fabrica, Tim Akademi Real Madrid yang Pernah Berlaga di Eropa

Dengan segala fasilitas, filosofi dan cara kerjanya, La Fabrica berhasil membawa Real Madrid menjadi salah satu tim terbaik di Eropa & dunia.

La Fabrica, Akademi Real Madrid (kredit: Infinite Madrid).jpg

Sejarah Berdirinya La Fabrica

La Fabrica adalah tim akademi Real Madrid yang mulai berdiri pada 21 Juli 1972.

Tarik mundur ke tahun 1942, tim ini tadinya bernama AD Plus Ultra, klub lokal yang terletak di kota Madrid.

Pada tahun tersebut, AD Plus Ultra menjalin kerja sama dengan Real Madrid dan sepakat untuk menjadi tim feeder dari sang raksasa Spanyol.

Saat itu, tim tersebut berkompetisi di Divisi Ketiga Liga Spanyol yang kini menjadi Tercera Division (kasta ke-4).

Setiap tahunnya, Real Madrid wajib mengirimkan sejumlah dana untuk bantuan finansial kepada AD Plus Ultra.

Selain itu, sebagai tim feeder, AD Plus Ultra bisa meminjam para pemain Real Madrid agar bisa mendapatkan menit bermain.

Bentuk kerja sama ini akhirnya berubah status menjadi resmi pada 21 Juli 1972.

AD Plus Ultra mengubah namanya menjadi Real Madrid Castilla.

Akademi Real Madrid ini juga terkenal dengan nama La Fabrica yang berarti The Factory dalam bahasa Inggris atau pabrik dalam bahasa Indonesia.

Pada 1950an, Real Madrid sempat membuat Real Madrid Aficionados atau Real Madrid Amatir dalam bahasa Indonesia.

Tim tersebut bertujuan sebagai tim kompetitif yang berkaitan dengan Real Madrid.

Kemudian, tim itu berubah menjadi Real Madrid C, tim cadangan untuk Real Madrid Castilla.

Pada 2015, Real Madrid C dibubarkan oleh Real Madrid.

Cerita Akademi Real Madrid Bertemu Tim Senior Real Madrid di Final Copa del Rey

Pada musim 1979-1980, kejutan terjadi pada ajang Copa del Rey.

Final bersejarah terjadi pada pertandingan yang berlangsung di Santiago Bernabeu, markas Real Madrid.

Lawannya di laga pamungkas bukan tim-tim besar macam Barcelona, Atletico Madrid, Real Sociedad, Valencia, Villarreal, Real Betis atau yang lain.

Los Blancos bertemu dengan para juniornya sendiri, Real Madrid Castilla, jebolan La Fabrica.

Sebelumnya, tim cadangan Real Madrid ini sudah mengeliminasi lawan-lawan seperti Extremadura, Alcorcon, Racing de Santander, Hercules, Athletic Bilbao bahkan Real Sociedad yang saat itu menjadi runner-up alias peringkat 2 La Liga Spanyol.

Dua musim berturut-turut kemudian setelah final Copa del Rey tersebut, Real Sociedad juara La Liga.

Artinya, Real Madrid Castilla ini tampil gemilang di turnamen tersebut.

Meskipun pada akhirnya, para junior harus mengakui keperkasaan seniornya 6-1, perjalanan mereka tidak bisa disepelekan.

Dari para pemain yang bermain final itu, Ricardo Gallego menjadi pemain paling sukses dari Castilla di kemudian hari.

Total lebih dari 300 pertandingan resmi dan 10 gelar sudah Gallego persembahkan untuk Los Blancos.

Gallego pun mengakui memang jarak tim inti dengan tim cadangan saat itu memang jauh.

Fakta bahwa kami mencapai babak final, berarti Real Madrid akan menghadapi kami dengan sangat serius. Kenyataan hasil 6-1 adalah cerminan dari jarak antara kami dengan mereka.

-Ricardo Gallego.

Meskipun begitu, perjalanan mereka memang sangat berkesan di Copa del Rey 1979-1980.

Pemandangan unik terjadi setelah peluit panjang, di mana kedua tim merayakan kemenangan Real Madrid di final Copa del Rey 1980.

Setelah kejadian final ini, tim-tim cadangan yang berlaga di kompetisi profesional sudah tidak boleh bermain di Copa del Rey.

Tim Akademi Real Madrid Bermain di Turnamen Eropa

Pemenang Copa del Rey sejatinya berhak melaju otomatis ke UEFA Cup Winners’ Cup.

Seharusnya, Real Madrid yang berhak melaju ke turnamen yang pesertanya merupakan juara-juara turnamen piala atau cup di masing-masing negara.

Namun, karena Real Madrid sudah juara La Liga sehingga lolos ke European Cup (sekarang Champions League atau Liga Champions), akhirnya Castilla yang melaju ke Eropa.

Sulit membayangkan dua tim Real Madrid bertarung di Eropa pada musim yang sama.

Format turnamen Cup Winners’ Cup adalah sistem gugur dengan dua pertemuan.

Castilla bertemu dengan wakil Inggris, West Ham United.

Pada pertemuan pertama, Real Madrid Castilla menang 3-1 di kandang mereka sendiri, Santiago Bernabeu.

Sayangnya, kemenangan tersebut ternodai oleh kerusuhan antar penggemar yang menyebabkan 1 penggemar West Ham tewas.

Awal mulanya, pertemuan kedua harus berlanjut di tempat netral.

Namun, banding dari pihak West Ham dikabulkan oleh pihak UEFA dengan satu syarat: pertandingan tertutup.

Alhasil, tercatat hanya ada 262 penonton yang datang ke pertandingan yang terkenal dengan julukan “The Ghost Game.”

Padahal, pada saat itu pertandingan berlangsung ketat.

Setelah 90 menit bermain, skor berakhir 3-1 untuk West Ham, memaksa pertandingan beranjut ke babak tambahan.

Sayang, Real Madrid Castilla harus takluk 5-1.

Meskipun begitu, ternyata ada berkah tersendiri dari pengalaman bermain di Eropa.

Musim depannya, Real Madrid Castilla berhasil menjuarai divisi kedua Liga Spanyol dengan tim legendaris La Quinta del Buitre.

La Quinta del Buitre sendiri adalah istilah yang mengacu kepada lima pemain lulusan akademi Real Madrid, La Fabrica, yang kemudian menjadi tulang punggung Real Madrid dalam beberapa tahun ke depan untuk meraih banyak gelar.

Mereka adalah Emilio Butragueño Sanchís, Rafael Martín Vázquez, Míchel dan Miguel Pardeza.

Prestasi juara divisi kedua Liga Spanyol terbilang sulit untuk tim cadangan manapun, termasuk Barcelona, Real Madrid dan lain-lain.

Fasilitas Mewah La Fabrica

Sebagai tim cadangan paling sukses di Spanyol, La Fabrica tidak tanggung-tanggung dalam melakukan investasi.

Peresmian fasilitas La Fabrica selesai pada 2005 di Valdebebas, sekitar 10 km sebelah utara dari pusat kota Madrid.

Dana sebesar lebih dari 100 juta dollar dengan luas bangunan lebih dari 1,200,000 meter persegi berhasil keluar dari masa kepemimpinan Florentino Perez sang presiden Real Madrid.

Bersamaan untuk tim inti, komplek latihan ini berukuran 40 kali lebih besar dari stadion utama mereka, Santiago Bernabeu.

Kemudian, sejumlah 13 lapangan sepak bola tersedia di komplek milik La Fabrica ini.

Banyak pusat kebugaran (gym), ruangan konferensi, kantor, kolam hidroterapi, pusat kesehatan, kelas belajar dan area konferensi pers media tersedia di sini.

Rumput lapangan yang ada di sana pun diimpor dari Belanda dengan kualitas terbaik, sama persis dengan yang ada di Santiago Bernabeu.

Lima tahun kemudian ketika Spanyol juara Piala Dunia 2010, hanya ada 3 pemain yang lahir dari La Fabrica: Juan Mata, Alvaro Arbeloa dan Iker Casillas.

Rival mereka, La Masia (akademi Barcelona), mengirimkan 9 pemain dari total 23 pemain Spanyol yang mengangkat trofi Jules Rimet.

Berkat itu, kini La Fabrica semakin tancap gas dari segi perekrutan, pembimbingan hingga pengembangan pemain muda.

Filosofi La Fabrica

Secara filosofi bermain, Real Madrid mengedepankan peningkatan kualitas individu pemain sehingga bisa bermain di banyak sistem.

Real Madrid ingin menjadi klub yang menghasilkan para pemain yang bermain untuk tim nasional.

Ketika memantau pemain, kami tahu kami butuh anak-anak yang sangat bagus secara teknik untuk bisa beradaptasi pada berbagai taktik dan sistem strategi bermain yang berbeda.

Hal yang membuat kami berbeda dengan Barcelona dan tim-tim lainnya adalah bagaimana kami berjuang untuk menciptakan pemain-pemain yang komplit yang bisa bermain di semua sistem.

-Javier Moran, pelatih akademi Real Madrid.

Oleh karena itu, bukan sebuah kebetulan jika Real Madrid menjadi tim tersukses di Champions League berkat kemampuan adaptasinya.

Kamu tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi di level tertinggi mengingat para manajer tim inti akan datang dan pergi, sehingga kami lebih fokus kepada para pemain ketimbang menciptakan karakter tertentu bagi para pemain yang berbeda.

Adaptasi adalah bagian besar dari hidup dan kami harus memastikan anak-anak ini bisa berpikir dan bereaksi dengan jernih jika semuanya berubah dalam sekejap mata, itu adalah hal yang sering terjadi di sepak bola.

-Javier Moran, pelatih akademi Real Madrid.

Semangat juang para pemain muda di La Fabrica ini juga tergambar jelas dari semboyan akademi tersebut: nunca se rinde alias “tidak pernah menyerah.”

Berikut adalah daftar lengkap tim yang ada di La Fabrica.

Daftar Lengkap Tim di La Fabrica, Akademi Real Madrid

Daftar Lengkap Tim di La Fabrica, Akademi Real Madrid

Real Madrid Castilla adalah tim profesional.

Sementara itu, tim-tim lain di La Fabrica adalah tim muda yang mengakomodasi setiap pemain mulai dari 6 sampai 18 tahun.

Setiap tim berkompetisi di masing-masing liga, sama seperti para pemain yang harus berkompetisi dengan pemain lain guna terus naik tingkat ke tim selanjutnya

Secara keseluruhan, La Fabrica memiliki lebih dari 270 pemain yang tersebar di 12 tim muda.

Daftar Pemain Top Lulusan La Fabrica

Sudah tidak terhitung lagi berapa banyak lulusan La Fabrica yang menjadi pemain hebat baik di Real Madrid maupun tim lain.

Raul Gonzalez selaku mantan top skor sepanjang masa Real Madrid sebelum akhirnya dipecahkan oleh Cristiano Ronaldo adalah salah satunya.

Selain itu, ada pula penjaga gawang legendaris bernama Iker Casillas yang meraih Piala Dunia dan Liga Champions serta La Liga.

Kemudian, pada periode kesuksesan Real Madrid di 1955 sampai 1965, ada 8 gelar La Liga, 1 Copa del Rey dan 6 Champions League hadir berkat lulusan pemain akademi La Fabrica.

Para pemain itu adalah Pedro Casado, Enrique Mateos, Gregorio Benito, Juan Santisteban, Manuel Velázquez, Ramón Grosso, Fernando Serena dan Ramón Marsal.

Berlanjut lagi, Real Madrid memiliki era kesuksesan di tahun 1980an.

Pada saat itu, 5 gelar La Liga secara beruntun datang ke Santiago Bernabeu, diikuti oleh 2 gelar UEFA Cup (sekarang Europa League atau Liga Eropa).

Tidak hanya itu, mereka juga bisa melaju sampai 3 semifinal European Cup atau Champions League di hari ini pada 3 musim beruntun.

Tulang punggungnya?

La Quinta del Buitre: Emilio Butragueño, Chendo, Manolo Sanchís, Ricardo Gallego, Míchel, Sebastián Losada, Miguel Pardeza and Rafael Martín Vázquez.

Mereka semua adalah lulusan La Fabrica.

Untuk saat ini, ada 6 pemain lulusan La Fabrica yang masih bermain untuk Real Madrid.

Mereka semua adalah Antonio Blanco, Nacho Fernandez, Miguel Gutierrez, Mariano Diaz, Lucas Vazquez dan Daniel Carvajal.

Sementara itu, ada beberapa nama top lulusan La Fabrica yang bermain di klub luar.

Nama-nama seperti Marcos Llorente, Achraf Hakimi, Alvaro Morata, Saul Niguez, Emi Buendia, Marcos Alonso, Mario Hermoso, Sergio Reguilon, Diego Llorente, Pablo Sarabia, Dani Parejo, Juan Mata, Denis Cheryshev dan Jose Callejon adalah contoh sebagian kecil.

Dengan sejarah sepanjang dan sebesar itu, wajar apabila La Fabricia adalah salah satu akademi terbaik di dunia saat ini dan saat yang akan datang.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Cuplikan Pertandingan

Atlético Madrid 1-2 Real Madrid Pekan 6
Posted on 19 September 2022 by Raul7
250 views
Empoli 1-2 Roma Pekan 6
Posted on 13 September 2022 by Raul7
41 views
UD Almería 0-1 Osasuna Pekan 5
Posted on 13 September 2022 by Raul7
7 views
Real Betis Balompié 1-0 Villarreal Pekan 5
Posted on 12 September 2022 by Raul7
5 views
Getafe 2-1 Real Sociedad Pekan 5
Posted on 12 September 2022 by Raul7
2 views
Elche CF 1-4 Athletic Club Pekan 5
Posted on 12 September 2022 by Raul7
2 views
Real Madrid 4-1 RCD Mallorca Pekan 5
Posted on 12 September 2022 by Raul7
2 views
Atlético Madrid 4-1 Celta Vigo Pekan 5
Posted on 12 September 2022 by Raul7
2 views
Cádiz CF 0-4 Barcelona Pekan 5
Posted on 12 September 2022 by Raul7
4 views
Espanyol 2-3 Sevilla Pekan 5
Posted on 12 September 2022 by Raul7
2 views

LIKE US ON FACEBOOK

More in Artikel Top Peluit