Connect with us

Artikel Top Peluit

Neymar dan Kelanjutan Kasus Rasisme yang Menimpa Dirinya

Neymar dan Alvaro

Neymar Menuduh Alvaro Gonzalez Melakukan Tindak Rasisme kepada Dirinya

Marseille meraih 3 poin di Parc des Princes dengan mengalahkan tuan rumah PSG 1-0 dalam lanjutan Ligue 1 Perancis. Selama pertandingan, Neymar (PSG) menuduh Alvaro Gonzalez (Marseille) melakukan ucapan rasisme kepada dirinya. Ketika Neymar terkena kartu merah karena menjitak kepala Gonzalez, Neymar terus protes kepada ofisial ke-4 “Tidak boleh ada rasisme, tidak boleh ada rasisme.”

Baca juga: Payet dan Rivalitas Marseille Terhadap PSG

Gregoire Margotton selaku reporter Telefoot Chaine melaporkan bahwa Neymar menerima ucapan rasis oleh Gonzalez dengan: “Tutup mulutmu, monyet kotor.” Meskipun ucapan Margotton belum diverifikasi oleh pihak berwajib, namun dia adalah salah satu jurnalis yang paling dihormati di sepak bola Perancis.

Telefoot Chaine kemudian menunjukkan beberapa saat setelah kejadian yang diduga sebagai tindakan rasisme oleh Gonzalez. Neymar terlihat protes kepada ofisial ke-4, berulang kali berkata: “Tidak boleh ada rasisme, tidak boleh ada rasisme.” Neymar kemudian mengadu kepada ofisial ke-4 bahwa Gonzalez memanggilnya dengan sebutan “a f***ing black.”

Media Perancis

Andre Villas-Boas selaku manajer Marseille menjawab ketika ditanya tentang kemungkinan rasisme: “Hal tersebut [rasisme] tentu sangat tidak bisa diterima, namun saya berpikir itu tidak terjadi. apa yang kami lihat, apa yang terlihat, adalah Di Maria meludah (ke arah Gonzalez), tapi apapun hal-hal seperti ini harus dihindari di sepak bola.”

Gonzalez di tayangan ulang terus menyangkal: “Rasisme apa?” Ketika Neymar dikeluarkan karena kartu merah, Neymar berkata: “Saya memukul [Gonzalez] karena dia adalah seorang rasis.”

Neymar mengeluarkan pernyataan di Twitter pada Minggu malam waktu setempat dengan menulis: “Penyesalan saya adalah tidak memukul si kurang ajar tepat di wajahnya.” Neymar kemudian menuliskan cuitan lanjutannya dengan menyatakan bahwa Gonzalez menyebutnya dengan “anak dari monyet jalang.”

Presiden Federasi Sepak Bola Perancis Angkat Bicara

Presiden federasi sepak bola Prancis, Noel Le Graet membuat pernyataan yang buruk mengenai hal tersebut. Berbicara kepada BFM Business, ia menyangkal mengenai kejadian rasisme tersebut: “Ketika seorang kulit hitam mencetak gol, seisi stadium akan berdiri. Fenomena rasisme dalam olahraga, khususnya sepak bola, itu tidak ada atau hampir tidak ada.”

Noel Le Graet Presiden FFF

Le Grate juga kecewa dengan pertandingan itu, seperti dilansir oleh Le Classique: “Ini adalah pertandingan yang paling dinanti di Perancis. Pertandingan berjalan buruk. Sikap para pemain tidak patut dicontoh. Kami menyesalkan hal tersebut. Itu memalukan. Mereka tidak bisa tenang atau memberikan pertunjukan yang kami harapkan.”

Penyiar Laga Kesulitan Mencari Barang Bukti

Telefoot Chaine mengkonfirmasi di Senin sore bahwa mereka belum bisa membantu Neymar lebih jauh. Telefoot Chaine adalah pemegang hak siar pertandingan Ligue 1 Perancis, termasuk saat PSG melawan Marseille. Berbicara kepada Culture Foot, Thibault Le Rol selaku jurnalis Telefoot Chaine berkata: “Ada hinaan mengenai ibu dari Neymar. Walau bagaimanapun, bukan kami yang berhak menilai validasi klaim Neymar mengenai dugaan rasisme. Kami tidak mendapatkan gambar mengenai kejadian tersebut. Kami sudah melihat kamera dan gambar terdekat dengan kejadian. Kami sudah membedah semua, sekarang keputusan ada di tangan liga.”

PSG Percaya Diri untuk Membuktikan Dugaan Kasus Rasisme

Media Le Parisien melaporkan bahwa PSG telah membuat tim untuk menyelidiki kasus rasisme ini. Meskipun Telefoot Chaine selaku penyiar laga tersebut menyatakan tidak memiliki bukti saat kejadian, ternyata BeIN Sports punya bukti tersebut. Berdasarkan berita dari koran-koran di Perancis, kamera milik BeIN Sports ternyata mempunyai gambar tersebut saat disiarkan ke daerah Timur Tengah.

PSG versus Marseille

“Banyak perbedaan ras dan kewarganegaraan ketika bermain sepak bola, jadi ini adalah cara yang baik untuk mencoba dan menghentikan rasisme.” Tegas legendaClairefontaine, Thierry Henry bertahun-tahun yang lalu. Diskriminasi dalam segala bentuk tidak boleh ada tempat di sepak bola, termasuk rasisme. Sebab, sepak bola sejatinya ada untuk membuat semua orang bisa bersama.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Cuplikan Pertandingan

Real Madrid 1-1 Osasuna Pekan 7
Posted on 3 Oktober 2022 by Raul7
3 views
Atlético Madrid 1-2 Real Madrid Pekan 6
Posted on 19 September 2022 by Raul7
279 views
UD Almería 0-1 Osasuna Pekan 5
Posted on 13 September 2022 by Raul7
7 views
Real Betis Balompié 1-0 Villarreal Pekan 5
Posted on 12 September 2022 by Raul7
5 views
Getafe 2-1 Real Sociedad Pekan 5
Posted on 12 September 2022 by Raul7
3 views
Elche CF 1-4 Athletic Club Pekan 5
Posted on 12 September 2022 by Raul7
2 views
Real Madrid 4-1 RCD Mallorca Pekan 5
Posted on 12 September 2022 by Raul7
2 views
Atlético Madrid 4-1 Celta Vigo Pekan 5
Posted on 12 September 2022 by Raul7
2 views
Cádiz CF 0-4 Barcelona Pekan 5
Posted on 12 September 2022 by Raul7
4 views
Espanyol 2-3 Sevilla Pekan 5
Posted on 12 September 2022 by Raul7
2 views

LIKE US ON FACEBOOK

More in Artikel Top Peluit