Connect with us

Artikel Top Peluit

10 Fakta Menarik Niklas Sule, Eks Penyerang 100 Gol yang Jadi Bek Top

Baru pindah dari Bayern ke Dortmund, pemain raksasa ini memiliki banyak fakta unik, mulai dari dipanggil timnas Turki hingga hobi di luar lapangan.

Niklas Sule saat bermain untuk tim nasional Jerman (kredit foto: bavarianfootballworks.com)

Niklas Sule resmi bergabung ke Borussia Dortmund dari FC Bayern Munchen dengan status bebas transfer mulai musim 2022-2023.

Sule memiliki banyak kisah unik, termasuk ketika dipanggil ke timnas Turki!

Inilah 10 fakta menarik tentang Sule 👇

Semua informasi dihimpun dari situs resmi Bundesliga.

10 Fakta Menarik Niklas Sule, Eks Penyerang 100 Gol yang Jadi Bek Top

Niklas Sule lahir di Frankfurt, Jerman pada 3 September 1995.

Karir sepak bolanya bermula di akademi Eintracht Frankfurt sebelum pindah sebentar ke Darmstadt dan akhirnya Hoffenheim pada 2010.

Saat masih kecil, Sule adalah seorang penyerang mematikan dengan banyak gol.

Bahkan, ia bisa mencetak 100 gol dalam semusim sebelum akhirnya sang pelatih memindahkan posisinya menjadi bek tengah.

Aku adalah seorang penyerang super. Aku tidak tahu kenapa bisa, haha! Tapi, sungguh, entah bagaimana, para pelatih memindahkanku ke belakang di usia mudaku karena ukuran tubuhku. Sepertinya aku bermain bagus. Sejak saat itu, aku jadi bek tengah internasional.

Tinggi badan Sule memang terbilang besar, hampir 2 meter (195 cm) dengan berat badan berada di kisaran 99 kg.

Untuk bek internasional, Sule memang hebat.

Ia sudah menjuarai Champions League (1), Bundesliga (4), DFB-Pokal (2), FIFA Club World Cup (1), UEFA Super Cup (1), dan DFL-Supercup (1) bersama Bayern.

Tidak hanya itu, ia juga meraih 1 gelar Piala Konfederasi bersama tim nasional Jerman dengan total 37 caps.

Pernah Dipanggil Tim Nasional Turki

Niklas Sule (kanan), kredit foto B/R Football di Twitter

Niklas Sule (kanan), kredit foto B/R Football di Twitter

Niklas Sule kini adalah seorang pemain dari tim nasional senior Jerman.

Meskipun begitu, ada kejadian unik yang pernah terjadi kepada Sule.

Pelatih Turki U16 pernah memanggilku. Ia ingin aku bermain untuk Turki. Dia pikir namaku adalah nama orang Turki. Sayangnya, namaku bukan berasal dari Turki, tapi dari Hungaria. Ayahku lahir di sana, tapi ia punya paspor Hungaria sampai usia 16. -Niklas Sule.

Kakek dari Niklas, yaitu Gyorgy Sule, dulu adalah warga Budapest yang pindah ke Jerman ketika sang anak Georg, lahir.

Berasal Keluarga Sepak Bola

Niklas Sule (belakang) dan Fabian Sule (depan), kredit foto: fcbayern.com

Niklas Sule (belakang) dan Fabian Sule (depan), kredit foto: fcbayern.com

Kakak kandung Niklas, Fabian Sule (3 tahun lebih tua), adalah seorang pemain sepak bola.

Namun, meskipun lebih berbakat dari Niklas, ia memilih jalan yang berbeda dengan adiknya.

Fabian pernah menolak tim U19 Mainz untuk fokus kepada pendidikannya.

Secara teknik, ia lebih berbakat dariku.

Begitu kata Niklas.

Akan tetapi, aku memiliki mentalitas yang berbeda. Aku tidak selalu pergi berpesta!

Kemudian, Fabian kini memiliki beasiswa sepak bola di St. Francis College, Brooklyn, New York, Amerika Serikat.

Fabian belajar Bisnis Manajemen, Ekonomi, dan Keuangan di sana.

Kini, Fabian bekerja sebagai pelatih di FC Sportfreunde, klub amatir di daerah Säbener Straße, dekat dengan tempat latihan FC Bayern Munchen.

Niklas Sule: Pemain Termuda Hoffenheim di Bundesliga

Sule adalah pemain termuda Hoffenheim di ajang Bundesliga (17 tahun, 8 bulan dan 8 hari).

Debutnya terjadi pada 11 Mei 2013 saat timnya kalah 1-4 dari Hamburg yang saat itu diperkuat Son Heung-min.

Meskipun begitu, ia masih dipercaya untuk tampil pekan depannya alias pekan terakhir di Bundesliga (34).

Saat itu, Hoffenheim berada di peringkat kedua terbawah dan butuh kemenangan melawan Borussia Dortmund dan berharap antara Augsburg atau Fortuna Dusseldorf kalah.

Tidak disangka-sangka, Hoffenheim mampu menang 2-1 sampai menit 85.

Menjelang peluit panjang berbunyi, Sule masuk ke lapangan untuk memperkuat pertahanan.

Hasilnya, Sule mampu memenangkan duel udara dengan Robert Lewandowski dan merebut bola dari Marco Reus.

Untungnya, Dusseldorf kalah di markas Hannover sehingga Hoffenheim tidak terdegradasi, hanya perlu menjalani laga playoff degradasi kontra Kaiserslautern.

Hasilnya, Hoffenheim menang dengan agregat 5-2 dan batal terdegradasi.

Roberto Firmino cetak 2 gol untuk Hoffenheim kala itu.

Andalan Nagelsmann

Meskipun debutnya datang saat dilatih oleh Markus Gisdol di Bundesliga, namun asisten mudanya lah ternyata yang membuat Sule semakin bersinar.

Ya, ia adalah Julian Nagelsmann yang menjadi pelatih kepala Hoffenheim pada Februari 2016.

Julian adalah sosok yang langka. Dia paham bagaimana cara pemain berpikir tapi tetap bisa mengatur. Julian memang ahlinya dan sulit dikalahkan oleh lawan.

Sule bermain di setiap menit pada sisa musim 2015-2016 tersebut, di mana Nagelsmann baru masuk ke Hoffenheim.

Hoffenheim saat itu juga berhasil lolos dari degradasi.

Menganalisa lawan adalah salah satu kekuatan Julian, sejauh ini ia selalu mempersiapkan segala sesuatu dengan sangat baik. Kami bisa bermain tanpa kebobolan, seperti yang kami lakukan beberapa kali, tapi tetap bisa membuat banyak peluang.

Keduanya kembali bereuni di Bayern.

Niki adalah pemain yang sudah aku kenal selama bertahun-tahun. Aku tahu ia memiliki kualitas luar biasa dan potensi yang sangat besar yang mana aku coba untuk keluarkan setiap hari. Sule bermain di level top Eropa dan berkembang secara fantastis. Akan tetapi, ada langkah-langkah ke depan yang bisa ia buat.

Sebelumnya lagi, Nagelsmann sudah sadar akan bakat Sule sejak berada di akademi Hoffenheim.

Peraih Medali Perak Olimpiade

Sule di final Olimpiade 2016 Rio de Janeiro, Brazil, cabang olahraga sepak bola melawan Brazil (kredit foto: tsg-hoffenheim.de)

Niklas Sule di final Olimpiade 2016 Rio de Janeiro, Brazil, cabang olahraga sepak bola melawan Brazil (kredit foto: tsg-hoffenheim.de)

Panggilan tim nasional Jerman U21 untuk Olimpiade 2016 bukanlah hal yang mengejutkan bagi Sule.

Pasalnya, ia sudah membela Die Mannschaft sejak kelompok umur U16 sampai U21.

Ia bermain di semua (6) pertandingan Jerman saat itu.

Bahkan, pada pertandingan final, ia juga mencetak gol di babak adu penalti yang sayangnya tidak mengubah hasil.

Jerman kalah dari Brazil selaku tuan rumah.

Lulusan Pertama Hoffenheim yang Bermain untuk Tim Nasional Jerman

Hoffenheim adalah tim yang terbilang baru kaya, tepatnya pada 2006 ketika investor besar datang menyuntik dana yang banyak.

Mereka mendatangkan banyak pemain bagus serta manajer Ralf Rangnick.

Musim 2007-2008 adalah musim pertama Hoffenheim berada di liga profesional.

Kemudian pada musim depannya, Hoffenheim lolos ke Bundesliga, divisi Liga Jerman pertama.

Maka dari itu, pemain yang akhirnya memperkuat tim nasional senior Jerman adalah sebuah prestasi bagi Hoffenheim.

Berkat penampilan baiknya Sule di Olimpiade Rio de Janeiro, Brazil, 2016, akhirnya eks pelatih kepala tim nasional Jerman, Joachim Low, memanggilnya untuk pertandingan persahabatan.

Sule pun bermain untuk kemenangan Jerman 2 gol tanpa balas atas Finlandia.

Debut Sule untuk Jerman, melawan Finlandia (kredit foto: muensterschezeitung.de)

Debut Sule untuk Jerman, melawan Finlandia (kredit foto: muensterschezeitung.de)

Berkat debut itu, Sule berhasil menjadi pemain lulusan akademi Hoffenheim pertama yang bermain untuk tim nasional senior Jerman.

Penggemar Jerome Boateng

Aku tidak punya idola karena aku ingin menjadi diriku sendiri.

Begitu kata Sule kepada situs resmi Hoffenheim pada 2015.

Akan tetapi, ada satu pemain yang menjadi referensi permainanku dan ia adalah Jerome Boateng. Dia adalah pemain yang aku tiru. Itulah mengapa aku sangat gembira ketika ia menghubungiku karena cedera [ACL di 2014]. Aku terbaring di rumah sakit ketika tiba-tiba mendapatkan pesan teks dari Boateng. Aku teriak seperti orang gila untuk sesaat. Itu adalah hal yang besar sekali bagiku.

Secara permainan, kedua pemain ini memang mirip.

Baik Boateng maupun Sule sama-sama bermain sebagai bek tengah.

Kemudian, mereka kedua memiliki fisik yang tinggi, besar dan mampu memberikan operan-operan akurat dari belakang.

Keduanya pun pernah bermain bersama selama 4 tahun di Bayern Munchen.

Bahkan, keduanya sama-sama lahir tanggal 3 September!

Menggeser Idola

Pada Januari 2017, Bayern mengumumkan bahwa mereka telah merekrut Niklas Sule dari Hoffenheim untuk mulai dari musim 2017-2018.

Saat itu, Sule datang sebagai pelapis dari Jerome Boateng dan Mats Hummels, duo bek tengah Bayern dan Jerman.

Meskipun baru datang, Sule mampu bermain sebanyak 27 kali di Bundesliga dari total 34 pekan.

Bahkan, pada musim 2018-2019, karir Sule langsung meroket.

Niklas mampu menggunakan kecepatannya dengan tepat tanpa berdiam terlalu lama. Dia kini adalah pilihan pertama di antara dua lainnya [Hummels dan Boateng]. Mereka berdua harus bersaing untuk bisa bermain. -Niko Kovac, eks pelatih kepala Bayern.

Niklas Sule Punya Hobi Ping-Pong dan Golf

Sule adalah langganan juara tenis meja alias ping-pong di masa mudanya.

Aku bisa bilang bahwa Joshua Kimmich pikir dia lebih baik di tenis meja dari aku, tapi aku punya kualitas yang jauh lebih baik.

Begitu kata Sule sembari tersenyum.

Olahraga ketangkasan tangan itu pun berlanjut hingga kini.

Meskipun ia ahli dalam ping-pong, nyatanya Sule harus lebih banyak belajar tentang golf.

Aku sering kalah. Mungkin tahun ini aku bisa mengalahkan mereka.

Kata Sule, siapapun yang kalah di pertandingan golf, harus mentraktir mereka makan.

Golf menjadi hal besar bagiku. Kini, golf menjadi hobiku nomor satu. Saat berada di Hoffenheim, penting untuk mencari penyeimbnag sepak bola.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *