Connect with us

Artikel Top Peluit

Federico Chiesa: Anak Legenda Italia yang Menemukan Jalannya Sendiri

Pepo yang hari ini berulang tahun yang ke-24 lahir dari Enrico Chiesa, mantan pemain berpengalaman di Serie A. Seberapa sukses keduanya?

Federico Chiesa bersama trofi EURO 2020 ketika Italia juara (kredit:stopandgoal.com)

Federico Chiesa Untold Story

Federico Chiesa sedang naik daun namanya setelah peningkatan karir yang luar biasa dalam dua musim belakangan.

Jika mendengar nama Federico Chiesa, pencinta sepak bola dunia pastinya akan teringat dengan sosok legendaris, Enrico Chiesa.

Ya, Federico Chiesa adalah anak sulung dari Enrico Chiesa, mantan striker Timnas Italia yang sempat membela Sampdoria, Parma dan Lazio.

Sama dengan sang ayah, Chiesa junior lahir di Genoa, sebuah kota pelabuhan tua namun penting di sebelah utara Italia.

Bahkan saking mendunianya, pelabuhan di kota Genoa adalah yang pertama berdiri di Italia dan yang terpenting kedua di Mediterania.

Federico lahir pada 25 Oktober tahun 1997 ketika sang ayah sedang bermain dengan mengkilap bersama Il Gialloblu, Parma

Chiesa kecil pasti tahu bagaimana cerita melegendanya sang ayah yang malang melintang di sepak bola Italia dan sangat menginspirasinya.

Satu hal yang menjadi penyesalan sang ayah hingga saat ini adalah saat Enrico Chiesa tidak pernah bermain untuk salah satu big three Serie A.

Hal tersebut yang pada akhirnya selalu menjadi motivasi sang ayah terhadap anak laki-lakinya yang satu ini untuk bisa bermain di klub besar Serie A.

Uniknya, walaupun lahir di kampung halamannya yaitu Genoa, tetapi tempat Federico Chiesa muda berlatih sepak bola pertama adalah di Florence.

Adalah klub akademi Settignanese yang menjadi sekolah sepak bola pertama dari Chiesa pada usia 5 tahun atau pada 2002.

Settignanese adalah sebuah klub akademi yang berlokasi 9 km di utara kota Florence.

Saat itu, Chiesa mendapatkan pelatihan dasar dalam bermain sepak bola dari legenda klub Fiorentina asal Swedia, Kurt Hamrin.

Sekitar tahun 2007 atau saat Chiesa berusia 10 tahun, sang ayah, Enrico membawa sang anak berlatih lebih keras lagi di klub Fiorentina junior.

Di sini, bakat serta kemampuan Federico berkembang sangat pesat sebagai seorang pemain.

Bahkan, posisi favorit Federico hampir sama dengan sang ayah, yaitu penyerang

Pembedanya adalah Federico lebih bermain melebar ke sisi sayap, sedangkan sang ayah berada di tengah.

Perjalanan Karir Profesional Chiesa (1/2)

Bersama Fiorentina, Federico menemukan langkahnya untuk menjadi pemain profesional yang luar biasa di masa depan.

Buktinya, Federico Chiesa langsung menjadi andalan Fiorentina junior dari kelas Giovanili hingga Primavera selama 10 tahun.

Fiorentina yang melihat potensi besar dari seorang Chiesa tidak segan-segan memberikan kontrak profesional pada tahun 2016.

Apalagi, saat itu Chiesa sudah rutin memperkuat Timnas Italia under-19.

Hal yang sangat didamba-dambakan oleh Chiesa akhirnya menjadi sebuah kenyataan, bermain di panggung terbaik.

Panggung tersebut adalah kasta atau divisi tertinggi di sepak bola Italia, Serie A.

Uniknya, Chiesa melakukan debut Serie A pertama kali adalah saat Fiorentina melakukan lawatan ke markas Juventus, klub Chiesa saat ini.

Kala itu, Chiesa langsung mendapatkan kepercayaan sebagai pemain inti tetapi tidak bermain full time karena diganti oleh Cristian Tello.

Pada musim pertamanya berkostum Fiorentina senior, Federico mendapatkan banyak kepercayaan bermain dari sang pelatih, Paulo Sousa.

Bahkan, namanya juga termasuk ke dalam skuat La Viola di Liga Eropa atau Europa League pada musim yang sama.

Untuk debut di kompetisi antarklub di benua Eropa, Chiesa melakukannya ketika Fiorentina menaklukan Qarabag 5-1 di Artemio Franchi.

Selama satu musim, Chiesa bermain sebanyak 5 kali penampilan dengan mencetak satu gol hasil kreasi ketika bertemu Qarabag di markasnya.

Di Serie A, Chiesa pada akhirnya membukukan 27 penampilan plus raihan 3 gol dan 3 assist selama satu stagione yaitu stagione 2016-2017.

Musim ke musim selanjutnya, Chiesa semakin membuktikan kematangan dalam bermain plus kontribusi positif bersama La Viola.

Memasuki musim 2017-2018, saat usianya masih 20 tahun, lini serang Fiorentina seakan hampir pasti milik Chiesa.

Total 36 penampilan di Serie A serta dua caps di Coppa Italia serta sumbangan 6 gol dan 7 assist membuat namanya semakin berkibar.

Panggilan dari Timnas Italia U-21 juga datang menghampiri selama satu musim tersebut.

Luar biasanya bersama Timnas Italia, penampilan Chiesa juga semakin menggila.

Bermain sebanyak 13 kali dan sukses menyarangkan 6 gol selama satu tahun menjadi bukti kualitasnya.

Bintang masa depan Italia!

Perjalanan Karir Profesional Chiesa (2/2)

Pada awal musim 2018-2019, Chiesa kembali menjadi tokoh protagonis untuk Fiorentina asuhan Stefano Pioli.

Penampilan serta kontribusinya semakin menjadi-jadi selama satu musim, bahkan beberapa klub mengungkapkan ketertarikannya kepada Chiesa.

Walau sempat mendapatkan 2 pelatih dalam satu musim (Pioli mengundurkan diri dan digantikan oleh Vincenzo Montella) tetapi tajinya tetap bersinar.

Total 41 penampilan di berbagai ajang menjadi bukti kalau Chiesa adalah pusat serangan La Viola, sang penyerang sayap juga sukses gelontorkan 12 gol dan membuat 5 assist.

Chiesa semakin menjadi buruan, tidak hanya klub-klub Italia tetapi klub-klub top Eropa.

Akhirnya setelah bermain selama 4 tahun di Fiorentina dengan total 153 penampilan dan 34 gol dan 25 assist, Federico Chiesa hijrah ke Juventus.

Alasannya sederhana, Chiesa ingin bermain di klub besar Serie A dan agar tidak menyesal di kemudian hari seperti sang ayah.

Awal musim 2020-2021, Juventus resmi mendapatkan tanda tangan Chiesa.

Opsi peminjaman 2 tahun dan penebusan sebesar 60 juta euro di akhir masa peminjaman menjadi skema ideal saat itu.

Fiorentina setuju melepas permata terbaiknya ke salah satu rivalnya di Serie A.

Lalu bagaimana permainan Chiesa bersama setelah itu?

Chiesa tetap melakukan hal spektakuler bersama I Bianconeri, apalagi Chiesa berduet dengan Cristiano Ronaldo pada musim perdananya di Turin.

Selama satu musim pertama bersama Juventus, Chiesa turut membantu Juventus meraih satu gelar Coppa Italia serta gelar Piala Super Italia.

Total 43  penampilan serta 14 gol dan 10 assist menjadi bukti kedigdayaan pemain yang fasih bermain di area flank tersebut.

Bahkan Chiesa juga menjadi pemain andalan Roberto Mancini di Timnas Italia, role serta perannya membawa Italia juara EURO 2020.

Selama gelaran EURO 2020 Juni lalu, Chiesa bermain di semua pertandingan Gli Azzurri (7) dan mencetak 2 gol selama gelaran berlangsung.

Federico Chiesa, Permata baru Juventus dan sepak bola Italia.

Tanti Auguri e Compleanno, Chiesa!

Siapa yang Lebih Sukses di Keluarga Chiesa: Enrico sang Ayah atau Federico si Buah Hati?

Ketika lahir dari seorang pemain sepak bola, maka wajar tumbuh dan berkembang memiliki cita-cita menjadi seperti sang ayah.

Hal tersebut tidak lepas dari kisah Federico kecil yang akrab disapa Pepo.

Melihat karir sang ayah malang melintang di jagad persepakbolaan tertinggi di negeri berjuluk Bel Paese tersebut, motivasi Pepo tentu terbakar.

Selama berkarir, Enrico Chiesa total bermain sebanyak 537 kali untuk level klub dengan catatan 201 gol dan 27 assist.

Statistik tersebut terbilang lumayan untuk pemain berposisi penyerang tengah ini hanya bertinggi 175 cm.

Dengan catatan gol seperti itu, Enrico Chiesa pernah sekali mendapatkan gelar top skor dalam ajang UEFA Cup (sekarang Europa League) musim 1998-1999 dengan total 8 gol.

Saat itu, Enrico berseragam klub Italia, Parma.

Selain itu, Enrico juga berjasa dalam mempersembahkan 2 gelar Coppa Italia (2001 bersama Fiorentina dan 1999 bersama Parma).

Kemudian, 1 gelar UEFA Cup pun juga hadir dalam musim puncak Enrico, yaitu 1998-1999 bersama Parma.

Sayangnya, pada saat itu Enrico Chiesa kalah saing dengan banyak penyerang top Italia lainnya.

Terbukti, hanya 17 caps berhasil Enrico raih dengan gelontoran 7 gol yang ia ciptakan.

Sementara itu, saat tulisan ini terbit, Federico Chiesa sedang merayakan ulang tahunnya yang ke-24.

Pepo sudah bermain sebanyak 206 penampilan di level klub dengan catatan 50 gol dan 36 assist.

Tahun 2021 adalah periode terbaik Pepo yang mana 3 trofi datang untuknya.

Adalah Supercoppa Italiana dan Coppa Italia bersama Juventus sebelum akhirnya EURO 2020 bersama Italia.

Kemudian, Federico sudah 36 kali tampil membela Gli Azzurri dengan catatan 4 gol dan 7 assist.

Apabila dibandingkan, tentunya Federico sekilas lebih sukses dari Enrico Chiesa dari segi jumlah caps bersama Italia, trofi bersama tim nasional dan juga trofi bersama tim besar dalam nama Juventus.

Namun, Enrico Chiesa selaku juga sukses dalam mendidik dan membesarkan seorang anak berprestasi dalam sepak bola untuk Juventus, negara dan yang terpenting: keluarga.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Cuplikan Pertandingan

Atlético Madrid 1-2 Real Madrid Pekan 6
Posted on 19 September 2022 by Raul7
279 views
UD Almería 0-1 Osasuna Pekan 5
Posted on 13 September 2022 by Raul7
7 views
Real Betis Balompié 1-0 Villarreal Pekan 5
Posted on 12 September 2022 by Raul7
5 views
Getafe 2-1 Real Sociedad Pekan 5
Posted on 12 September 2022 by Raul7
3 views
Elche CF 1-4 Athletic Club Pekan 5
Posted on 12 September 2022 by Raul7
2 views
Real Madrid 4-1 RCD Mallorca Pekan 5
Posted on 12 September 2022 by Raul7
2 views
Atlético Madrid 4-1 Celta Vigo Pekan 5
Posted on 12 September 2022 by Raul7
2 views
Cádiz CF 0-4 Barcelona Pekan 5
Posted on 12 September 2022 by Raul7
4 views
Espanyol 2-3 Sevilla Pekan 5
Posted on 12 September 2022 by Raul7
2 views
Rayo Vallecano 2-1 Valencia Pekan 5
Posted on 12 September 2022 by Raul7
2 views

LIKE US ON FACEBOOK

More in Artikel Top Peluit