Connect with us

Artikel Top Peluit

Renato Sanches, Wonderkid Gagal yang Membangun Karirnya Kembali

Renato Sanches di Lille

Hanya Perlu 15 Menit agar Benfica Menebus Sanches dengan 6 Juta Rupiah dan 25 Bola Sepak

Kemunculan Renato Sanches di dunia sepak bola dinilai terlalu dini untuk pemain muda seusianya.

Sempat bersinar di awal karir, dirinya hampir gagal andai tidak pindah ke Perancis.

Renato Sanches lahir di Amadora, Portugal pada 18 Agustus 1997.

Renato Sanches saat masih muda

Sanches mulai berlatih sepak bola di tim Águias da Musgueira pada usia 8 tahun.

Pada tahun 2006 di usia 9 tahun, Benfica mendatangkan pemain muda ini dengan biaya Rp 6,750,000 dan 25 bola sepak pada saat itu.

Tim pemandu bakat Benfica hanya perlu diyakinkan selama 15 menit selama seleksi bahwa Sanches memiliki bakat luar biasa dan harus didatangkan ke klub tersebut.

Baca juga: Ditawari Kontrak Baru, Eduardo Camavinga Gagal Gabung Real Madrid?

Bermain di Level Tinggi Saat Muda di Benfica

Debut profesional Sanches dilakukan pada musim 2014-2015 dengan Benfica B di divisi kedua.

Tanggal 5 Oktober 2014, Sanches bermain sejak menit awal saat seri 2-2 melawan Feirense.

Kehebatan Sanches terlihat ketika dirinya dipanggil untuk tim inti Benfica setelah hanya bermain 1 musim di tim cadangan.

Ajang UEFA Champions League menjadi debutnya untuk tim senior.

Bertandang ke Astana di babak grup, Sanches bermain 90 menit saat keduanya seri 2-2 pada 25 November 2015.

Sanches melakukan debutnya di usia yang muda, yaitu 18 tahun.

Total 25 laga ia lakoni di musim debutnya dengan mencetak 2 gol, 1 assist, 1 gelar Liga Portugal dan 1 Piala Liga Portugal.

Gaya Bermain Renato Sanches

Selain gelandang tengah, Sanches dikenal sebagai pemain serba bisa yang bisa bermain di posisi gelandang bertahan, gelandang serang maupun sayap.

Dengan kemampuan fisik yang kuat, umpan yang akurat serta tenang saat menguasai bola, tidak heran ia sering disamakan dengan Edgar Davids serta Clearance Seedorf, legenda Belanda.

Sanches selalu ingin terlibat dalam menyerang maupun bertahan, sehingga sering mengemban peran box-to-box midfielder.

Berada di Puncak Karir Terlalu Dini

Tahun 2016 bisa dibilang sebagai puncak karir Sanches.

Dirinya dipanggil untuk memperkuat tim nasional Portugal pada ajang Euro 2016.

Berkat itu, Sanches menjadi pemain termuda yang pernah berkiprah di kompetisi resmi bersama negaranya, mengalahkan rekor Cristiano Ronaldo.

Renato Sanches juara Piala Euro

Dalam 7 pertandingan Portugal di Euro 2016, Sanches menyabet 2 gelar pemain terbaik di pertandingan.

Gelar pemain muda terbaik Euro 2016 juga disabet oleh pemain bertinggi 176 cm ini.

Hal yang terpenting adalah, Sanches bersama Portugal berhasil juara Piala Eropa 2016.

Belum sampai situ, Renato Sanches juga mendapatkan gelar Golden Boy Award di tahun 2016 dan pindah ke Bayern Munich di Bundesliga Jerman dengan transfer 35 juta euro atau sekitar 455 juta miliar Rupiah.

Pindah ke Bayern Munich, Kemudian Dipinjamkan ke Swansea City dan Semuanya Gagal

Kisah Sanches di Jerman terbilang rumit.

Dirinya harus menepi karena cedera agar bisa bermain.

Debutnya datang ketika Bayern Munich kalahkan Schalke dengan skor 2-0 di ajang Bundesliga.

Total, Sanches bermain sebanyak 26 kali di semua kompetisi di musim debutnya bersama Bayern Munich dan berhasil meraih gelar Bundesliga serta Piala Super Jerman.

Renato Sanches di Bayern Munich

Musim depannya, Sanches dipinjamkan ke klub Premier League Inggris saat itu, Swansea City.

Pada musim 2017-2018 itu, Sanches hanya bermain sebanyak 15 kali di semua ajang.

Kegagalan Sanches juga diikuti dengan tidak disertakan dirinya untuk bertanding bersama Portugal di ajang UEFA Nations League, yang mana Cristiano Ronaldo dan kawan-kawan berhasil menjadi juara.

Sanches mendapat banyak kritik karena lebih sering bermain buruk saat berseragam The Swans.

Sekembalinya ke Die Bavarian, Sanches tak kunjung menunjukan bakat terbaiknya.

Pemain Portugal tersebut hanya bertahan 1 musim penuh serta 1 awal musim di 2019-2020 bersama raksasa Jerman.

Gagalnya beradaptasi dengan Jerman dan bahasanya, kalah bersaing dengan Thiago Alcantara, Xabi Alonso serta Arturo Vidal di lini tengah serta Carlo Ancelotti dikenal sebagai manajer yang tidak suka memainkan pemain muda ditengarai menjadi faktor tidak berhasilnya Renato Sanches di Bayern Munich.

Selain itu, Renato Sanches juga dikenal sebagai pemain yang rentan cedera.

Selama berkarir di Bayern Munich dan Swansea City, Sanches menghabiskan 218 hari di ruang penyembuhan dan melewatkan 32 pertandingan.

Kesempatan Kedua di Ligue 1 Bersama Lille

Pada awal musim 2019-2020, Renato Sanches dijual rugi oleh Bayern Munich kepada Lille dengan biaya 25 juta euro atau sekitar 354 juta rupiah.

Di bawah arahan manajer Christophe Galtier, Renato Sanches perlahan menemukan dirinya kembali yang pernah hilang.

Pada musim pertamanya di 2019-2020, Sanches bermain 30 kali dengan total 1972 menit dari total 40 pertandingan Lille (3,600 menit).

Musim 2020-2021 ini, Renato Sanches sudah bermain sebanyak 10 kali dengan 8 di Ligue 1 serta 2 di Europa League dengan catatan 1 gol di ajang liga tertinggi di Perancis.

Dengan lebih padatnya jadwal sepak bola di era pandemi covid-19 serta minimnya persiapan semua tim untuk pramusim, patut diapresiasi apa yang sudah diraih oleh Sanches.

Oleh karena kondisi yang rumit seperti hari ini, maklum banyak tim sering melakukan rotasi.

Ditambah lagi, Sanches juga rawan cedera.

Dalam 2 musim di negeri Perancis, Sanches melewatkan 18 pertandingan karena cedera.

Saat ini saja, Sanches sedang mengalami cedera otot.

Namun, apabila ia bermain, Renato Sanches sering bermain impresif.

Berkat permainan impresif selama di Lille, Sanches diincar banyak klub besar Eropa.

Wolves diyakini adalah tim paling serius untuk mendatangkan klien dari Jorge Mendes dengan mahar 80 juta euro.

Portugalisasi Wolverhampton Wanderers tampaknya akan terus berlanjut.

Renato Sanches memang berbakat dalam sepak bola.

Pencapaian yang diraih olehnya berkat kerja keras dan dedikasi tinggi.

Namun, batu kerikil akan terus ada dalam setiap perjalanannya.

Perlahan, Sanches mulai kembali menapaki puncak karir yang pernah ia lalui dulu.

Bukan tidak mungkin, di masa depan kita hanya perlu melihat 15 menit permainan Renato Sanches dan mendeklarasikan dirinya adalah yang terbaik di dunia.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Cuplikan Pertandingan

Atlético Madrid 1-2 Real Madrid Pekan 6
Posted on 19 September 2022 by Raul7
222 views
Empoli 1-2 Roma Pekan 6
Posted on 13 September 2022 by Raul7
41 views
UD Almería 0-1 Osasuna Pekan 5
Posted on 13 September 2022 by Raul7
7 views
Real Betis Balompié 1-0 Villarreal Pekan 5
Posted on 12 September 2022 by Raul7
5 views
Getafe 2-1 Real Sociedad Pekan 5
Posted on 12 September 2022 by Raul7
2 views
Elche CF 1-4 Athletic Club Pekan 5
Posted on 12 September 2022 by Raul7
2 views
Real Madrid 4-1 RCD Mallorca Pekan 5
Posted on 12 September 2022 by Raul7
2 views
Atlético Madrid 4-1 Celta Vigo Pekan 5
Posted on 12 September 2022 by Raul7
2 views
Cádiz CF 0-4 Barcelona Pekan 5
Posted on 12 September 2022 by Raul7
4 views
Espanyol 2-3 Sevilla Pekan 5
Posted on 12 September 2022 by Raul7
2 views

LIKE US ON FACEBOOK

More in Artikel Top Peluit