Connect with us

Artikel Top Peluit

7 Hal Penting Pada Pekan ke-3 UEFA Nations League

Haaland dan Odegaard Norwegia

UEFA Nations League Pekan 3

UEFA Nations League hadir dalam jeda internasional bulan Oktober. Seusai ditutupnya jendela transfer pemain sepak bola di Eropa dan liburnya kompetisi Eropa, kompetisi antar negara Eropa menjadi hiburan yang tersaji di televisi.

Banyak penggemar sepak bola Eropa yang tidak terlalu suka dengan jeda internasional karena berbagai alasan. Namun, kami merangkum 7 hal penting yang wajib kamu ketahui di UEFA Nations League tanggal 11 dan 12 Oktober kemarin.

  1. Norwegia 4-0 Rumania: Erling Haaland Jago Banget!

Erling Haaland kembali membuktikan dirinya adalah penyerang muda berbakat yang siap menjadi pemain bintang di masa depan. Pasalnya, Haaland mencetak hat-trick saat melawan Rumania di ajang UEFA Nations League.

Menit 12, Erling Haaland membuka skor untuk Norwegia. Melalui skema serangan balik, Martin Odegaard mengirimkan umpan terobosan membelah lini tengah Rumania. Dengan satu sentuhan kaki kiri, Haaland membawa Norwegia unggul 1-0 atas Rumania.

Pada menit 38, giliran rekan lini serang Haaland, Alexander Sorloth yang mencetak gol. Kembali melalui skema serangan balik, Birger Meling (bek kiri Norwegia) menggiring bola dengan kecepatan tinggi. Dengan umpan silang yang akurat, Sorloth melakukan tap in ke gawang kosong Rumania di tiang jauh.

Erling Haaland saat hat trick melawan Rumania

Babak kedua, tepatnya menit 63, Haaland kembali mencetak gol untuk Norwegia. Melalui skema sepak pojok dengan umpan-umpan pendek, Odegaard kembali memberikan assist untuk Haaland. Melalui umping pendek di depan kiper, Haaland melakukan tap in ke gawang kosong Rumania.

Gol terakhir datang di menit 74 oleh Haaland. Menerima umpan dari Sorloth, Haaland menunjukan kemampuan individu yang luar biasa. Dengan kemampuan fisik yang kuat, Haaland berhasil melindungi bola dari 2 pemain lawan. Setelah menggiring bola ke dalam kotak penalti, Haaland menendang bola dengan keras sehingga kiper lawan tidak mampu menahan bola. Pertandingan berakhir dengan skor 4-0 untuk Norwegia.

Hat trick Haaland membuatnya menjadi top skor sementara UEFA Nations League musim ini. Sejauh ini, Haaland sudah mencetak 6 gol. Di usianya yang masih 20 tahun, Haaland sudah mencetak 76 gol dan 19 assist di 122 pertandingan, termasuk 6 gol dan 1 assist di 6 penampilan bersama tim nasional Norwegia. Tinggi menjulang 194 cm, otot besar, skill individu bagus serta insting gol yang tajam membuat Haaland disebut sebagai The Next Zlatan Ibrahimovic.

Baca juga: UEFA Nations League dan Pengaruhnya Kepada Kualifikasi Piala Dunia

  1. Spanyol 1-0 Swiss: Menang Kurang Meyakinkan

Meskipun menang, Spanyol menang dengan kurang meyakinkan. Penguasaan bola mereka (59%) tidak menghasilkan banyak gol.

Spanyol justru sempat terancam di menit awal. David De Gea terpaksa melakukan penyelamatan gemilang dari serangan balik Swiss di menit 11. Akun tim nasional Spanyol sampai berkicau dalam bahasa Spanyol: “MOTHER OF BEAUTIFUL LOVE WHAT HAND HAS DRAWN FROM DE GEAAAA”.

11 Pemain Pertama saat Spanyol menang 1-0 melawan Swiss

Tim nasional Spanyol mencetak gol bukan dengan skema permainan. Pada menit 13, goal kick Swiss tidak berjalan mulus. Akibat umpan-umpan pendek yang tidak akurat, Mikel Merino berhasil melakukan intersep dan memberikan assist kepada Mikel Oyarzabal yang berhasil mencetak gol dari kemelut Swiss.

Secara jumlah tembakan, Spanyol unggul 3 kali lipat (12) ketimbang Swiss (4).

Setelah gol, Spanyol punya 2 peluang besar yang gagal dimanfaatkan. Pertama pada menit 27, sundulan kepala Ferran Torres menerima umpan silang dari Jesus Navas berhasil membuat kiper Yann Sommer terbang untuk menepis. Pada menit 51, Navas kembali membuat umpan crossing yang berbahaya. Kali ini, Oyarzabal yang membuang peluang di depan gawang yang sudah kosong usai menerima umpan Navas.

Spanyol memang unggul secara kualitas pemain dan penguasaan bola, namun mereka kekurangan penyerang yang handal. Dalam formasi 4-3-3 kemarin, Luis Enrique memasang Oyarzabal di penyerang tengah, padahal posisi aslinya adalah sayap kiri. Enrique baru memasukan penyerang tengah di menit 73 dalam diri Gerard Moreno.

Spanyol harus punya cara untuk menyelesaikan peluang yang mereka ciptakan. Entah menggunakan pemain yang pas atau strategi yang pas, yang jelas Enrique punya masalah akan hal itu.

Baca juga: 10 Transfer Pemain ke Premier League Terbaik di Deadline Transfer 2020

 

  1. Ukraina 1-2 Jerman: Die Mannschaft Mandul di Depan Gawang

Jerman memang menang dengan skor 2-1, namun mereka punya setidaknya 4 peluang emas.

Pada menit 20, Jerman berhasil unggul lewat Matthias Ginter. Melalui skill individunya, Antonio Rudiger menggiring bola dengan kecepatan dan memberikan umpan silang kepada Ginter di kotak penalti.

Menit 30, Joshua Kimmich membuat peluang dari luar kotak penalti. Melalui tembakan jarak jauh, bola terpaksa ditepis ke luar gawang oleh kiper Ukraina.

Empat menit berselang, giliran Gnabry yang punya peluang. Menerima umpan silang dari Ginter, Serge Gnabry menyambut dengan loncatan tinggi dan sundulan yang berhasil ditepis kiper Ukraina, Georgiy Bushchan.

Selebrasi gol Leon Goretzka

Babak kedua tepatnya di menit 49, Jerman berhasil menambah keunggulan. Bushchan gagal menangkap bola dari umpan silang Ginter. Akibat hal tersebut, Leon Goretzka menanduk bola dan masuk ke gawang. Skor 2-0 untuk Jerman.

Pada menit 50, Jerman kembali punya peluang. Draxler menerima umpan dari Gnabry di kotak penalti. Hanya berjarak 10 meter di depan kiper, tembakan Draxler berhasil ditepis Bushchan. Peluang emas kembali terbuang.

Enam menit kemudian, Jerman kembali punya peluang emas. Draxler berhasil masuk ke kotak penalti Jerman dengan skill individu yang kemudian disusul dengan umpan silang kepada Lukas Klostermann. Sayangnya, tendangan voli Klostermann ditepis kembali oleh Bushchan.

Menit 76, Jerman kemasukan gol melalui tendangan penalti. Niklas Sule melanggar Roman Yaremchuk di kotak penalti. Ruslan Malinovskyi sebagai eksekutor berhasil membuat skor menjadi 2-1 sampai peluit panjang dibunyikan.

Gnabry kembali punya peluang di menit 81 usai menerima umpan dari Timo Werner. Sayangnya, situasi one on one kurang bisa dimanfaatkan oleh Gnabry.

Baca juga: Adama Traoré: Permata yang Diperebutkan 2 Negara Sekaligus

  1. Bosnia 0-0 Belanda: Timnas Belanda yang Belum Memenuhi Potensinya

Seusai kepergian Ronald Koeman ke Barcelona, tim nasional Belanda belum menemukan performa terbaiknya kembali.

Ditambah lagi, Frank De Boer belum terbukti bagus seusai pergi dari Ajax Amsterdam sebagai manajer di tahun 2016.

Memang betul, Frank De Boer meraih 2 trofi di Atalanta United di Amerika Serikat. Namun, level Amerika Serikat di dunia sepak bola masih jauh dari Eropa.

Belanda melawan Bosnia 0-0

Frank De Boer terbukti tidak memberikan performa terbaik. Ketika menangani Inter Milan dan Crystal Palace, Frank De Boer gagal total.

Dengan kualitas pemain yang seadanya serta absennya pemain andalan Memphis Depay, timnas Belanda gagal memanfaatkan peluang yang mereka punya.

Secara penguasaan bola (70%) dan jumlah tembakan (15), Belanda unggul jauh dari Bosnia-Herzegovina (30%) dan 6 tembakan.

Namun, peluang besar Belanda hanya 3, sedangkan Bosnia-Herzegovina 0.

Meskipun keraguan mulai menyelimuti tim nasional Belanda, akan tetapi mereka punya harapan untuk optimis. Banyak pemain hebat yang sudah ada di tim seperti Virgil van Dijk, Matthijs de Ligt, Frenkie de Jong, Georginio Wijnaldum dan Memphis Depay.

Apabila pemain potensial lainnya seperti Donny van De Beek, Donyell Malen, Nathan Ake dan lainnya bisa memenuhi potensi, bukan tidak mungkin mereka bisa berprestasi di Belanda.

  1. Inggris 2-1 Belgia: 3 Bek Kanan Sekaligus Bisa Mengalahkan Tim Peringkat 1 di Dunia Saat Ini

Saat line up Inggris diumumkan 1 jam sebelum laga melawan Belgia, banyak fans sepak bola yang heran akan susunan pemain. Pasalnya, Gareth Southgate menurunkan 3 bek kanan sekaligus.

Meskipun Inggris menang, akan tetapi bukan semerta-merta mereka lebih bagus ketimbang Belgia. Pasalnya, Belgia juga sedang mengalami penurunan performa usai ditinggal Dries Mertens dan Eden Hazard.

Inggris merayakan gol Mason Mount

Inggris sempat ketinggalan 1-0. Belgia unggul terlebih dahulu melalui penalti Romelu Lukaku. Marcus Rashford tak lama kemudian membuat kedudukan sama kuat melalui penalti juga. Gol Mason Mount di babak kedua menjadi gol kemenangan 2-1 Inggris atas Belgia.

Penguasaan bola Inggris (46%) tidak lebih banyak ketimbang Belgia (54%). Jumlah peluang pun, Inggris (9) dan Belgia (11) tidak bisa dibilang banyak. Secara peluang besar, Inggris (1) kalah dari Belgia (3).

Meskipun kedua tim sedang tidak dalam performa terbaik mereka, kredit tetap harus diberikan kepada tim nasional Inggris atas usaha mereka mengalahkan tim nasional peringkat 1 ranking FIFA saat ini.

  1. Polandia 0-0 Italia: Pertandingan yang Membosankan

Secara kualitas skuad, Italia berada di atas Polandia. Meskipun begitu, penyerang terbaik tahun ini, Robert Lewandowski bermain di Polandia. Sayangnya, Lewandowski bermain buruk sehingga harus diganti pada pertandingan ini.

Peluit panjang tanda pertandingan berakhir antara Italia melawan

Italia unggul jauh dalam penguasaan bola (61%) dan jumlah tembakan (16, sedangkan Polandia hanya 3).

Meskipun begitu, peluang besar Italia hanya 3 dan Polandia 0.

  1. Perancis 0-0 Portugal: Banyak Fans Cristiano Ronaldo di Timnas Perancis

Seusai banyak pertandingan yang tidak memenuhi ekspektasi, seharusnya pertandingan Perancis melawan Portugal bisa menjadi penawar atas rentetan pertandingan yang kurang menarik.

Sayangnya, pertandingan ini juga tidak kalah membosankannya dibandingkan dengan pertandingan-pertandingan sebelumnya.

Total tembakan Perancis dan Portugal berjumlah sama (10). Penguasaan bola pun, Portugal unggul sedikit (51%) dibandingkan Perancis (49%).

Postingan Instagram Mbappe dan Ronaldo

Yang lebih miris, hanya ada 1 peluang besar di pertandingan ini, yaitu dari tim Portugal.

Satu-satunya hal yang menarik justru datang dari luar pertandingan.

Setidaknya ada 5 pemain Perancis yang mengunggah foto bersama Cristiano Ronaldo usai pertandingan. Pemain-pemain tersebut adalah Paul Pogba, Kylian Mbappe, Presnel Kimpembe, Lucas Hernandez dan Raphael Varane.

Unggahan Instagram Kylian Mbappe yang berpotret bersama Cristiano Ronaldo

Selain Varane, tidak ada yang pernah bermain 1 tim bersama Cristiano Ronaldo.

Hal ini menunjukkan bahwa bahkan pemain tim nasional Perancis yang sudah juara Piala Dunia 2018 pun masih tidak bisa menyampingkan fakta bahwa mereka mengidolai Cristiano Ronaldo.

Bukan rahasia lagi apabila Cristiano Ronaldo adalah idola sejak kecil dari Kylian Mbappe. Sejak kecil, Kylian Mbappe sudah mengoleksi poster Cristiano Ronaldo.

1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: Positif Covid-19, Cristiano Ronaldo Tetap Tonton Latihan Portugal

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Cuplikan Pertandingan

Atlético Madrid 1-2 Real Madrid Pekan 6
Posted on 19 September 2022 by Raul7
279 views
Empoli 1-2 Roma Pekan 6
Posted on 13 September 2022 by Raul7
41 views
UD Almería 0-1 Osasuna Pekan 5
Posted on 13 September 2022 by Raul7
7 views
Real Betis Balompié 1-0 Villarreal Pekan 5
Posted on 12 September 2022 by Raul7
5 views
Getafe 2-1 Real Sociedad Pekan 5
Posted on 12 September 2022 by Raul7
2 views
Elche CF 1-4 Athletic Club Pekan 5
Posted on 12 September 2022 by Raul7
2 views
Real Madrid 4-1 RCD Mallorca Pekan 5
Posted on 12 September 2022 by Raul7
2 views
Atlético Madrid 4-1 Celta Vigo Pekan 5
Posted on 12 September 2022 by Raul7
2 views
Cádiz CF 0-4 Barcelona Pekan 5
Posted on 12 September 2022 by Raul7
4 views
Espanyol 2-3 Sevilla Pekan 5
Posted on 12 September 2022 by Raul7
2 views

LIKE US ON FACEBOOK

More in Artikel Top Peluit